Madiun

Pesilat Patuhi Kesepakatan Bersama

Ziarah Makam Ditiadakan, Pentas Budaya Ditunda

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Semua bijaksana menahan diri di masa pandemi. Keteladanan itu ditunjukkan pesilat yang meniadakan tradisi ziarah ke makam tokoh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 1 Suro Kamis (20/8).

Untuk kali pertama sepanjang sejarah tradisi itu ditiadakan. Sebagaimana kesepakatan bersama dengan seluruh jajaran se-Bakorwil I Madiun, Nganjuk, dan Bojonegoro bersama Polda Jatim dan 11 perguruan pencak silat. Bahwa seluruh bentuk peringatan baik Suroan bagi PSHT maupun Suran Agung bagi Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) dan tradisi peringatan lainnya ditiadakan.

Sesuai kesepakatan, seluruh rangkaian kegiatan yang biasanya mengundang massa berskala besar dari berbagai daerah itu dialihkan untuk penanganan Covid-19. Mulai membagikan masker, sembako, hingga kerja bakti sterilisasi di padepokan masing-masing. Semua pihak berkomitmen menciptakan kamtibmas yang kondusif melalui deklarasi damai.

Wali Kota Madiun Maidi menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat, utamanya pendekar, karena tahun ini tradisi ziarah makam ditiadakan. Segala bentuk kegiatan yang sebelumnya dipusatkan di Kota Madiun, sementara waktu ditunda. Ketegasan itu dilakukan semata demi melindungi masyarakat dari wabah korona. ‘’Situasinya saat ini sangat prihatin sekali,’’ kata Maidi.

Sebenarnya Pemkot Madiun telah merancang pentas budaya. Perhelatan menyongsong 1 Suro itu sedianya bakal dihelat sebulan penuh dengan mengundang tamu dari 37 negara. Tempat telah disiapkan jauh hari dengan menggelontor anggaran Rp 1,7 miliar. Pembangunan panggung seluas 1×20 meter yang menggantikan lampu HPI-T dan perluasan paseban di alun-alun telah tuntas. Rencananya, di sana kelak seluruh perguruan pencak silat tampil secara bergantian selama sebulan. ‘’Pentas budaya yang telah kami rencanakan itu terpaksa ditunda,’’ jelasnya.

Ketua IPSI Kota Madiun Tono Suharyanto mengungkapkan, rangkaian kegiatan digantikan dengan pembagian masker oleh seluruh perguruan pencak silat Minggu mendatang (23/8). Lokasi pembagian masker dibagi empat titik. Mulai Sunday Market, Pasar Sleko, Pasar Besar Madiun, dan Pasar Burung. ‘’Madiun zero insiden, ke depan bisa ditingkatkan lagi,’’ kata Tono. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close