Pesantren Dominasi Pemilih Tambahan

25

PONOROGO – Proses demokrasi berjalan lancar di Kota Santri. Ribuan santri dari luar daerah turut menyalurkan hak suaranya, kemarin (17/4). KPU Ponorogo memfasilitasi tak kurang dari sepuluh TPS berbasis daftar pemilih tambahan (DPTb). Didominasi santri yang bermukim di sejumlah ponpes. Terbanyak di Pondok Modern Darussalam Gontor, Mlarak, dan di Ponpes Al Iman Putri di Desa Pondok, Babadan.

Radar Ponorogo memantau langsung besarnya antusias berdemokrasi di kalangan santri di Ponpes Gontor. Di sana, KPU sampai memecah TPS DPTb menjadi tiga. Sebab, santri yang memiliki hak pilih tidak sedikit. Di dua TPS DPTb, masing-masing pemilih yang terdaftar mencapai 500 santri. Di satu TPS lainnya, santri yang terdaftar berjumlah 323 pemilih. ‘’Dari Gontor saja, ada 1.323 pemilih tambahan,’’ ujar Komisioner Divisi Data KPU Munajat.

Meski sudah dibagi menjadi tiga TPS, para santri masih harus mengantre untuk bisa menyalurkan hak pilihnya. Itu tak menyurutkan animo santri untuk mencoblos. Tak sedikit yang mengantre sampai duduk-duduk di pelataran luar TPS. Kondisi yang sama, juga ditemui di TPS DPTb lokasi lain, termasuk di Siman dan Babadan. ‘’Khusus di Gontor, sesuai usulan awal memang harus dipecah lebih dari satu TPS untuk mengurai banyaknya pemilih,’’ kata Munajat.

Sebagian besar pemilih dari kalangan santri, hanya dapat menyalurkan hak suara untuk pilpres. Banyak di antara mereka yang berasal dari luar provinsi. Bahkan, khusus di Gontor, hanya tersedia 20 lembar surat suara untuk pemilihan DPD. Lantaran, hanya 20 orang yang berasal dari daerah pemilihan dan provinsi yang sama. ‘’Paling besar pilpres. Untuk empat jenis pemilihan lainnya, pemilih yang berhak rata-rata kurang dari seratus orang, karena mereka berasal dari luar provinsi,’’ urainya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here