Perusahaan Semen Tanam Investasi Rp 14 Triliun

1065

PACITAN – Sektor industri terus menggeliat di Pacitan. Investor kakap PT Semen Rajawali Indonesia (SRI) pun mencapkan cakarnya di Kota 1001 Gua ini. Tak main-main, investasi yang ditanam mencapai Rp 14,09 triliun. ‘’Rencananya di kawasan Worawari, Kebonagung,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pacitan Prasetyo Wibowo Minggu (19/5).

Itu diketahui berdasarkan pendaftaran nomor induk berusaha (NIB) di dinasnya pada Maret lalu. Dengan nominal tersebut PT SRI menjadi investor terbesar di Pacitan. Hanya rencana operasionalnya belum diketahui. ‘’Mereka akan terus berproses untuk merealisasikan pendirian pabrik,’’ ujarnya.

Menurut dia, proses tersebut butuh waktu. Pasalnya pendirian pabrik perlu sejumlah perizinan. Di antaranya izin mendirikan bangunan (IMB), analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), surat izin pengambilan air bawah tanah (SIPA) dan lainnya. Sebagian besar perizinan tersebut diajukan ke Pemprov Jatim. ‘’Sebagian besar kewenangannya di provinsi,’’ tambahnya.

Dia menduga PT SRI mengincar Pacitan lantaran bahan baku yang melimpah. Di antaranya batuan kapur dan pasir. Selain itu, keberadaan jalur lintas selatan (JLS) juga menjadi daya tarik. Pasalnya, akses transportasi lebih mudah. ‘’Belum lagi jika nanti pelabuhan niaga Gelon dioperasikan,’’ tuturnya.

Sebab, pelabuhan tersebut dirancang sebagai tol laut selatan Jawa. Sehingga, banyak dimanfaatkan untuk angkutan komoditas dan barang. Termasuk semen asal Cilacap. Terlebih, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pacitan salah satu yang terendah di Jawa Timur. Yakni Rp 1,7 juta. ‘’Investasi itu bisa berujung pada percepatan pembangunan pelabuhan niaga Gelon,’’ jelasnya.

Menurut dia, kehadiran PT SRI juga jadi jadi keuntungan besar Pacitan. Selain target investasi, keberadaan pabrik semen ini bakal mendongkrak perekonomian masyarakat Pacitan. Pasalnya, kebutuhan tenaga kerjanya tinggi. Bahkan, bisa mencapai ribuan. ‘’Pabrik tripleks skala kecil dan menengah saja tenaga kerjanya 300 orang lebih,’’ tambahnya.

Sayangnya, dia belum tahu pasti perkembangan proses dan tahapan pendirian pabrik semen tersebut. Pun perizinan yang sudah dirampungkan. ‘’Di mana lokasi persisnya kami belum tahu. Termasuk apakah sudah dibicarakan dengan pemerintah desa setempat,’’ ungkapnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here