Perubahan dari Kuota Hare ke Sainte Lague Ancam Partai Besar

84

NGAWI – Perubahan dari kuota hare ke sainte lague pada Pemilu 2019 diyakini ikut memengaruhi perolehan kursi legislatif. Karena untuk menentukan perolehan kursi di parlemen tidak lagi dihitung berdasarkan bilangan pembagi pemilih (BPP) seperti pada saat Pemilu 2014 lalu. ‘’Intinya semakin banyak suara yang didapat, peluang mendapatkan kursi pasti lebih besar,’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni kemarin (22/1).

Sebagaimana diketahui, penggunaan sainte lague baru digunakan setelah diatur dalam pasal 420 Undang-Undang 7/2017 tentang Pemilu. Dalam peraturan itu disebutkan bahwa alokasi kursi dihitung dengan awalnya menetapkan suara sah setiap parpol di daerah pemilihan (dapil).

Suara sah setiap parpol lalu dibagi bilangan pembagi ganjil, yakni 1, 3, 5, 7, dan seterusnya. Hasil pembagian itu lalu diurutkan berdasarkan jumlah terbanyak. Jumlah terbanyak pertama mendapat kursi pertama, begitu seterusnya hingga jumlah kursi per daerah pemilihan habis terbagi.

Toni mengungkapkan, jika mengacu dari simulasi hasil Pemilu 2014 dengan menerapkan metode sainte lague, pihaknya mencatat ada perubahan atau pergeseran kursi partai politik. Ada potensi partai besar kehilangan satu kursi mereka di parlemen. Sebaliknya, partai kecil bisa meraup tambahan satu kursi di DPRD. ‘’Itu semua mungkin saja. Tapi, saya tidak bisa mengomentarinya, apakah ini menguntungkan partai kecil atau tidak. Yang jelas penghitungannya seperti itu,’’ urainya.

Pada Pemilu 2019 ada 45 kursi yang bakal diperebutkan oleh 458 calon legislatif (caleg) dari 16 parpol. Mereka semua berlomba-lomba meraih simpati 705.092 calon pemilih yang tersebar di enam dapil. Hanya, terdapat sedikit perbedaan komposisi wilayah pembagian dapil pada Pemilu 2019 dibanding lima tahun lalu. ‘’Kecamatan Kasreman yang dulu masuk dapil Ngawi II, sekarang ikut dapil Ngawi I,’’ terang Toni.

Meski demikian, Toni belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh terkait teknis penerapan metode tersebut. Pasalnya, sampai saat ini PKPU yang mengatur tentang penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu belum terbit. ‘’Tapi, secara penghitungannya kurang lebih seperti itu (sesuai UU 7/2017, Red),’’ ucapnya. (tif/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here