Pertamina Larang Jeriken Plastik, Penjual BBM Eceran Kelabakan

164

PACITAN – Beragam cara ditempuh Suradin agar usahanya tetap eksis. Namun, pemilik warung kelontong itu kini tengah gundah gulana. Hampir sebulan terakhir, dia kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dan premium yang biasa dijual. Itu menyusul larangan penggunaan jeriken plastik untuk mengangkut BBM dari Pertamina. ‘’Kadang saya sampai beli ke pengecer lain,’’ kata Suradin kemarin (3/2).

Warga Kelurahan Pucangsewu, Pacitan, ini harus bolak-balik mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan kendaraan roda duanya. Setelah sampai rumah, tangkinya dikuras. Sekali beli dapat empat liter. Sehari, tiga hingga empat kali ke SPBU. ‘’Sudah bingung mau gimana lagi cara belinya,’’ ujarnya.

Suradin sempat berencana beli jeriken besi atau seng. Namun, niatnya diurungkan setelah tahu harganya selangit. Satu jeriken bekas drum kapasitas 35 liter dibanderol Rp 135 ribu. Harga tersebut tergolong paling murah dibanding jenis lainnya. ‘’Kalau lebih besar dan bahannya lebih kuat, lebih mahal lagi,’’ tuturnya.

Dia sempat membeli BBM dari para pengecer lain. Tentu saja harganya lebih mahal dari SPBU. Selisihnya hampir Rp 5.000. Sehingga, keuntungan sangat minim. Bolak-balik ke SPBU pun jadi pilihannya. ‘’Kadang pagi lalu balik lagi siang atau malam, ada jaraknya,’’ ungkapnya.

Rohmatun, salah seorang pemilik SPBU mini, juga merasakan hal serupa. Sempat ikut bolak-balik ke SPBU dengan sepeda motor. Akhirnya warga Tegalombo itu memilih beli jeriken besi. Pasalnya, lokasi rumahnya jauh dari SPBU. Sehingga, membuatnya tekor jika harus bolak-balik ke Pacitan (kota). ‘’Karena di sini gak ada pom bensin yang dekat, adanya di Pacitan,’’ katanya.

Pantauan di lapangan, beberapa hari terakhir tak didapati antrean jeriken plastik di SPBU. Sebagian warga mulai membawa jeriken seng. Mereka membonceng tabung dengan sepeda motor. Sementara salah satu SPBU di Pacitan memasang spanduk berisi larangan dari Pertamina tersebut. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here