Persis vs Martapura, Oknum Suporter Merusak Fasilitas Stadion Wilis

288
BERULAH: Para oknum suporter Persis Solo merangsek ke lapangan dengan merusak pagar pembatas tribun. Mereka juga melemparkan smoke bomb ke arah lapangan hingga membuat pertandingan dihentikan sesaat.

MADIUN – Pepatah sudah jatuh tertimpa tangga cocok untuk Persis Solo saat menghadapi Martapura FC Minggu (14/7). Selain tidak bisa memainkan salah seorang pemainnya sejak kickoff, mereka juga terancam dikenai sanksi denda oleh komisi disiplin (komdis).

Itu terjadi gara-gara ulah oknum suporter yang merusak sejumlah fasilitas stadion. Salah satunya, pagar pembatas tribun. Tepatnya, sisi sebelah selatan Stadion Wilis, Madiun, yang menjadi home base sementara Persis. Pagar dari besi tersebut roboh karena dorongan dari suporter di tribun.

Suporter juga kedapatan melemparkan smoke bomb ke dalam lapangan. Sehingga, membuat pertandingan harus dihentikan sesaat. Belum lagi pada laga yang digelar dalam tensi tinggi itu, Persis hanya bisa bermain imbang tanpa gol.

Tetapi, dari semua kejadian tersebut, masalah yang dihadapi oleh M. Sulthon Fajar, gelandang Persis, paling unik. Dia gagal turun bertanding karena dilarang oleh match commisioner Mariyono asal Jatim. Pemicunya, mantan pemain Persatu Tuban itu mengenakan jersey dengan nomor punggung yang berbeda seperti yang terdaftar dalam susunan pemain.

Terang saja keputusan itu sempat mendapat protes dari kubu Persis yang menyatakan nomor punggung bisa diakali. Namun, pengawas pertandingan tak mengabulkan keinginan itu karena regulasi.

Keinginan tuan rumah mengganti Sulthon dengan pemain lain juga tak mendapat restu. Sebab, dalam law of the games pergantian pemain boleh dilakukan maksimal 15 menit sebelum pertandingan dimulai. ‘’Tapi, saya apresiasi betul pertandingan pada sore ini (kemarin, Red). Saya juga salut kepada pemain. Dan, saya nggak mau menyalahkan siapa pun dalam situasi seperti ini,’’ kata Asisten Pelatih Persis M. Choirul Huda.

Jajaran pelatih memang kecewa dengan keputusan wasit Sunyoto yang dianggap berat sebelah. Seperti saat wasit asal Jatim itu menganulir gol rebound Nanang Asripin pada menit ke-58 karena dianggap offside. ‘’Sekilas saya lihat video (rekaman pertandingan, Red), itu tipis sekali antara offside sama tidak. Tapi, biarlah masyarakat yang menilai,’’ ujarnya.

Dengan hasil seri tersebut, Persis memperpanjang dahaga kemenangan. Mereka belum pernah sekalipun menang dalam empat laga awal Liga 2. Posisi Laskar Sambernya –julukan Persis– juga berada pada situasi sulit. Saat ini, mereka menempati peringkat kedua dari bawah papan klasemen sementara wilayah timur dengan koleksi tiga poin. Dari hasil tiga kali imbang dan sekali kalah.

Kepala UPT Wisma Haji, GOR, dan Stadion Wilis Suratno pun sangat kecewa dengan rusaknya beberapa fasilitas itu. Dia mengungkapkan, untuk memperbaikinya dibutuhkan waktu beberapa hari. ’’Karena harus dilas dulu. Padahal, sebelumnya juga sempat diperbaiki,’’ ucapnya.

Dia menjelaskan, ketika menyewa Stadion Wilis sebagai home base, Persis memang sudah menyerahkan jaminan. Tapi, Suratno menegaskan bahwa uang jaminan itu tidak bisa langsung dipakai untuk biaya perbaikan. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here