Persis Solo Dorong PSM Madiun Bangkit

343

MADIUN – Bagi Persis Solo, Kota Madiun rupanya dipilih sebagai home base sementara bukan hanya karena kelaikan Stadion Wilis. Lebih dari itu, kedekatan antara masyarakat Solo dan Madiun yang sama-sama Mataraman menjadi salah satu pertimbangan utama. Pun, Madiun dan Solo mengukir sejarah penting dalam persepakbolaan tanah air. ’’Madiun dan Solo itu sama-sama pendiri PSSI. Kontribusinya penting dalam persepakbolaan tanah air,’’ kata Manajer Persis Solo Setiawan Muhammad.

Pekan ini Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo- akan melakoni pertandingan ketiganya di Stadion Wilis usai pindah kandang sementara sejak Juli lalu. Mereka boyongan ke Stadion Wilis sampai akhir putaran kedua Liga 2 Wilayah Barat. Alasannya, karena Stadion Manahan yang menjadi home base tengah direnovasi. Sabtu mendatang (8/9) Persis akan menjamu Persiraja Banda Aceh. ‘’Kami tidak memilih Madiun hanya karena kedekatan geografis maupun kelaikan stadionnya,’’ sebutnya.

Iwan –sapaan Setiawan Muhammad- menjelaskan sejarah panjang yang dilalui Persis dan Persatuan Sepakbola Madiun (PSM). Di medio 1930-an, Madioensche Voetbal Bond (MVB) -yang kemudian disebut PSM- menjadi bagian dari tujuh pendiri PSSI. Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) atau Persis termasuk di antaranya. Namun sayangnya nasib kedua tim kini berbeda jauh. Di saat Persis berjuang promosi ke Liga 1, prestasi PSM kini tenggelam. ’’Bukan hilang, tapi (PSM) hanya sedang tertidur,’’ ujarnya.

Iwan menyayangkan nasib PSM yang kini tenggelam. Tidak seperti klub pendiri PSSI lainnya macam Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, atau Persib Bandung yang berprestasi di level tertinggi kancah persepakbolaan tanah air. Iwan menyebut, salah satu niatan timnya boyongan sementara ke Madiun juga untuk membangkitkan denyut sepak bola di Kota Karismatik. ’’PSM harus bisa bangkit. PSM punya sejarah panjang. Sebagai sesama tim pendiri PSSI, kami tentu tergerak,’’ tegas Iwan.

Sementara, coach Persis Agus Yuwono berharap kehadiran timnya di Kota Karismatik mampu menghidupkan gairah sepak bola setempat. Pun dia mengapresiasi penerimaan masyarakat sejauh ini yang dinilainya luar biasa. Agus berharap, dukungan masyarakat setempat mampu mengantar timnya promosi ke Liga 1. ’’Target kami lolos ke Liga 1. Kami berharap masyarakat Kota Madiun mau ikut mendukung,’’ ucapnya.

Senada dengan Agus, Kapten Persis Galih Sudaryono mengatakan pihaknya berterima kasih atas antusiasme sambutan warga Kota Madiun. ’’Walaupun Stadion Wilis ini home base, kami tetaplah tamu. Tentu kami akan menjaga sikap,’’ ujar mantan kiper timnas U-23 itu. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here