Persis Tidak Berjodoh dengan Wilis

134

MADIUN – Tuah dari Stadion Wilis belum dirasakan Persis Solo. Laskar Samber Nyawa –julukan Persis- hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menjamu Persita Tangerang, Senin (30/7), dalam laga lanjutan Liga 2 Wilayah Barat. ’’Tidak sesuai harapan, karena target kami menang,’’ kata coach Persis Solo Jafri Sastra.

Sejak peluit kickoff dibunyikan wasit Steven Yubel Poli, Jafri menginstruksikan para pemainnya untuk mengambil alih permainan. Lima pemain sengaja ditumpuk di lini tengah guna mendominasi penguasaan bola. Sejumlah peluang sempat didapat oleh kedua striker Johan Yoga Utama dan Azka Fauzi Wibowo. Namun, tak ada yang benar-benar mengancam gawang Persita yang dikawal Yogi Triyana. Memasuki babak kedua, Jafri meminta pemainnya lebih agresif menekan Persita. Bahkan, di pertengahan babak kedua, Azka beberapa kali menjemput bola di lini tengah dan bermain lebih melebar. Namun, dinding pertahanan Persita tetap sulit ditembus. Skor bertahan 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan. Secara keseluruhan, Jafri tak puas dengan permainan timnya. ’’Kami sudah berusaha maksimal meraih tiga poin, terutama di babak kedua. Tapi, bagaimanapun anak-anak sudah bekerja keras,’’ beber Jafri.

Jafri menyebut seluruh lini akan dievaluasi. Sejumlah aspek menjadi isu tim, yakni mentalitas, fisik, hingga kekompakan. Menurut Jafri, gairah timnya menurun dalam beberapa pertandingan terakhir. Salah satu solusi yang kini dipikirkan Jafri yakni dengan menambah kedalaman skuad. Ya, Persis berpeluang mendatangkan pemain baru pada jeda putaran pertama mendatang. ’’Pos-pos pemain harus ada sedikit pembenahan. Agar persaingan dalam berkompetisi secara internal merebut starter bisa lebih bergairah,’’ sebutnya.

Di samping itu, Jafri juga menuding stadion sebagai salah satu biang timnya gagal meraup poin penuh. Kendati kemarin Persis memainkan laga sebagai tim tuan rumah di Stadion Wilis, namun Jafri melihat Wilis sulit menyamai aura Stadion Manahan. Pihaknya memasrahkan pemilihan stadion kandang di putaran kedua kepada manajemen. ’’Serasa tidak main di home, sekalipun Pasoepati hadir disini (Stadion Wilis, Red). Gairah di Manahan luar biasa,’’ kata dia.

Media Officer Persis Solo Budi Cahyono menambahkan, pihak manajemen masih akan mengevaluasi ulang pemilihan stadion home untuk putaran kedua Persis, September mendatang. Apakah tetap bertahan di Stadion Wilis atau mencari alternatif Stadion di seputaran Solo Raya. ‘’Setelah pertandingan di Pekanbaru, Riau (melawan PSPS Pekanbaru, Red), akan diputuskan,’’ sebutnya.

Di lain pihak, coach Persita Tangerang Wiganda Saputra bersyukur timnya mencuri satu poin dari Persis. Sejak awal, timnya sengaja diminta bermain bertahan dan mengandalkan counter attack. Hanya, beberapa kali anak asuhnya terlalu terburu-buru. Beruntung lini pertahanan tetap solid. ‘’Terlalu sering long (umpan jauh), tapi tidak ada pemain di depan,’’ kata dia.

Selain itu, Wiganda mengaku telah memantau dua laga Persis sebelumnya. Dia berkesimpulan Laskar Samber Nyawa banyak mengandalkan permainan melebar dengan kombinasi umpan silang di sepertiga pertahanan lawan. Di laga kemarin, dua sayap Persis mendapat atensi khusus. ’’Kalau dua sayap Persis kami biarkan bebas memainkan bola, kiamat bagi Persita,’’ pungkasnya. (naz/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here