Persinga Usul ke PSSI Hanya Satu Pertandingan di Surabaya

143

NGAWI –  Di tengah isu upaya PSSI melobi pihak Stadion Heri Sudrajat Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sebagai venue pertandingan Persinga kontra Persebaya di babak 32 besar Piala Indonesia, manajemen Laskar Ketonggo menawarkan solusi baru. Melalui surat resmi yang ditandatangani CEO Dwi Rianto Jatmiko, manajemen mendesak agar federasi segera mengambil sikap tegas.

Surat bernomor 011/Pers.Ngw/II/2019 tersebut ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria. Isinya, manajemen Persinga mengusulkan pertandingan babak 32 besar Piala Indonesia melawan Persebaya hanya digelar satu kali di Surabaya. Dengan konsekuensi semua biaya kepanitiaan maupun pelaksanaan dibebankan kepada manajemen tim berjuluk Green Force tersebut.

Manajer Persinga Didik Purwanto mengatakan, opsi itu sengaja diusulkan bukan tanpa sebab. Selain belum ada kejelasan jadwal maupun lokasi pertandingan, langkah tersebut dilakukan agar bisa segera diketahui tim yang berhak melaju ke babak 16 besar. ‘’Supaya tidak berlarut kami minta PSSI mengambil sikap tegas seperti yang kami usulkan itu,’’ kata Didik kemarin (10/2).

Dia mengatakan, jika ketidakjelasan pertandingan tersebut berlarut dipastikan berdampak negatif kepada kedua tim. Di satu sisi, Persebaya belum bisa bertanding lantaran lawannya terganjal masalah homebase. Di sisi lain, Persinga tengah disibukkan proses pendaftaran Liga 3 Nasional yang akan segera dimulai. ‘’Akhir bulan ini kami mulai mempersiapkan untuk kompetisi Liga 3 Nasional,’’ ujarnya.

Meski sudah dilayangkan sejak 9 Februari lalu, hingga kemarin belum ada surat balasan dari PSSI. Sementara, pihak Persebaya ketika dihubungi Radar Ngawi terkait usulan manajemen Persinga ke PSSI tersebut, hingga kemarin sore belum merespons. Pun, pesan singkat yang dikirim belum mendapatkan balasan. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here