Persinga Terancam Sanksi WO dari PSSI

236

NGAWI – Persinga Ngawi seperti sudah kalah sebelum bertanding. Larangan menggelar laga home melawan Persebaya Surabaya pada lanjutan babak 32 besar Piala Indonesia oleh pihak kepolisian membuat posisi Persinga tersudut. Mereka terancam dikenai sanksi walkover (WO) dari PSSI. ‘’Kami sudah pasrahkan semuanya ke PSSI. Apa pun keputusannya kami sudah siap (menanggung, Red),’’ kata Manajer Persinga Ngawi Didik Purwanto kemarin (27/1).

Sedianya laga antara dua tim beda kasta itu digelar pada Rabu mendatang (30/1) di Stadion Ketonggo. Hanya, sampai dengan saat ini pihak kepolisian belum memberikan izin. Begitu juga ketika mereka berniat menggunakan Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro namun gagal terealisasi.

Masalahnya sama. Polres Bojonegoro juga enggan mengeluarkan izin karena faktor keamanan. ‘’Kami sudah layangkan surat lagi ke PSSI. Intinya pertandingan lawan Persebaya juga tidak bisa digelar di Stadion Ketonggo,’’ ungkap Didik.

Dalam surat yang ditujukan langsung kepada Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria itu, manajemen menyampaikan beberapa poin pertimbangan terkait laga Persinga kontra Persebaya. Misalnya, surat bernomor B/143/I/PAM.3.3./2019 dari Polres Ngawi tentang pemindahan lokasi.

Lalu, kapasitas Stadion Ketonggo yang terbatas. Serta, kegagalan manajemen Persinga mencari stadion alternatif untuk menggelar pertandingan itu. ‘’Kalau memang regulasinya diharuskan WO dan yang menentukan PSSI, kami selaku manajemen akan menghormati keputusan itu,’’ ujar Didik.

Hanya, sampai dengan kemarin, PSSI belum memutuskan nasib pertandingan Persinga lawan Persebaya. Pihak manajemen masih menunggu surat balasan dari PSSI.

Terpisah, Sekretaris Persebaya Ran Surahman menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin jadwal leg pertama antara timnya melawan Persinga diundur lagi. Pernyataan itu dia sampaikan menanggapi belum adanya kejelasan mengenai venue pertandingan tersebut. ‘’Sekarang sudah H-3, tapi kepastian soal laga tersebut masih belum diketahui akan digelar di mana,’’ kesalnya.

Jika mengacu regulasi yang ada, seharusnya pada H-7 sudah ada kepastian mengenai tempat pertandingan. Karena itu, Ran menegaskan jika sampai tanggal 30 Januari belum ada kepastian mengenai pertandingan tersebut, Persebaya minta dikembalikan ke aturan main alias regulasi. ‘’Yang jelas kami tidak mau jadwalnya diubah lagi,’’ tegasnya. (tif/gus/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here