Persinga Minta Solusi ke PSSI soal Homebase Kontra Persebaya

170

NGAWI – Persinga seperti memakan buah simalakama. Mendapat kesempatan melawan tim besar sekelas Persebaya Surabaya menjadi keuntungan bagi tim. Tapi, homebase yang tidak siap jadi kendala. Manajemen tim berjuluk Laskar Ketonggo itu sampai minta solusi ke PSSI. ’’Saya sudah minta panpel (panitia pelaksana) minta solusi ke PSSI,’’ kata CEO Persinga Dwi Rianto Jatmiko.

Upaya itu dilakukan pasca batalnya rencananya memindahkan homebase ke Stadion Letjen H Soerdirman, Bojonegoro, saat menjamu Bajul Ijo. Pun, ketika ingin menggelar di Stadion Ketonggo juga belum mendapat restu dari pihak keamanan. Ada opsi lain, yakni menggunakan Stadion Wilis. Namun, opsi itu juga mentah lantaran faktor keamanan. Praktis manajemen Persinga tak punya pilihan lain untuk menggelar pertandingan home babak 32 Besar Piala Indonesia 2019. ‘’Konsekuensinya ya harus siap nanti mau main di mana pun,’’ ujar Antok, sapaan Dwi Rianto Jatmiko, kepada Radar Ngawi.

Meski keputusannya diserahkan ke PSSI, namun Antok tetap berharap pilihan yang diberikan nanti tidak jauh dari wilayah Bumi Orek-Orek. Supaya di laga tersebut para Pastimania tetap bisa memberikan dukungan secara langsung di stadion. ’’Prinsipnya kami nunggu perkembangan dulu saja,’’ tuturnya.

Kabag Ops Ngawi Kompol Rudi Sesunan mengaku hingga sore kemarin pihaknya belum mendapat kabar dari pihak panpel pertandingan. Karena itu, saat dikonfirmasi mengenai persiapan pengamanan pertandingan Persinga kontra Persebaya itu, pihaknya masih belum bisa menjelaskan. ’’Informasinya nanti malam (tadi malam, Red) baru ada jawaban dari PSSI. Persiapan pengamanannya menunggu itu (informasi yang pasti, Red) dulu,’’ katanya.

Pelatih Persinga Ngawi Fahmi Amiruddin mengatakan, belum adanya kejelasan mengenai homebase itu sudah pasti berdampak pada persiapan timnya. Terutama mengenai persiapan dari sisi teknis, bukan permainan. Sebab, menurut Fahmi, pemain perlu melakukan adaptasi dengan situasi dan kondisi lapangan yang akan digunakan. ’’Pengaruhnya pada hal teknis, karena adaptasi itu cukup penting,’’ ujarnya.

Sementara itu, informasi terakhir yang diterima oleh manajemen, keputusan PSSI mengenai homebase Persinga diserahkan pada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur. Manajer Persinga Didik Purwanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Asprov PSSI Jatim. Hasilnya, Persinga disarankan menggunakan Stadion Jala Krida Mandala AAL Bumimoro Surabaya seperti laga antara PSBI Blitar melawan Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu. ’’Mengenai kepastiannya akan kami sampaikan besok (hari ini, Red),’’ tuturnya. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here