Persinga Genggam Tiket Babak 32 Besar Piala Indonesia

4495

NGAWI – Penggawa dan ofisial Persinga bisa tidur nyaman. Tiket ke babak 32 besar Piala Indonesia 2018 sudah digenggam. Slamet ’’Larso’’ Hariyadi dkk kemarin (27/12) berhasil mengalahkan Persegres Gresik United di Stadion Ketonggo.

Tim tamu yang di atas kertas diunggulkan justru dihajar 3 gol tanpa balas. Masing-masing gol dicetak Harris Adyatmaka via penalti pada menit ke-38. Berikutnya, bomber andalan Persinga Slamet ’’Larso’’ Hariyadi menit 67’. Harris kembali mencetak gol pada menit 70’ melalui tendangan bebas cantik.

Victory yang diraih Laskar Ketonggo kemarin ikut memberikan sinyal ke tim-tim lawan Piala Indonesia. Tim dari kota kecil di ujung barat mampu mengandaskan laju klub-klub besar. Dua sudah jadi korban keangkeran Stadion Ketonggo. Yakni, Persis Solo dan Persegres.

Anak asuh Fahmi Amiruddin kemarin memang tampil ngotot sejak babak pertama. Lawan yang datang dengan kekuatan pincang pasca terdegradasi ke Liga 3 Nasional musim ini pun dibuat kerepotan. Tuan rumah mendapat keuntungan pada menit 38’. Salah seorang pemain dijatuhkan  di kotak penalti. Winger energik Harris Adyatmaka yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan perannya.

Di babak kedua, Persinga sempat mendapat tekanan hebat. Nyaris permainan berbalik dikuasai Laskar Joko Samudro. Kondisi berubah ketika Slamet Larso mulai dimainkan coach Fahmi. Baru dua menit menggantikan Richard Albert, penyerang yang setia berkostum Persinga itu berhasil membobol gawang Khusnul Khuluk via tendangan bebas. Mental bertanding penggawa Persinga semakin naik pasca-unggul dua gol. Tiga menit berselang, Khusnul Khuluk kembali dipaksa memungut bola dari gawangnya. Harris mencetak gol dari tendangan bebas.

Derita yang dialami David Faristian dkk pun belum berhenti sampai di situ. Bek Persegres Nugroho Mardiyanto terpaksa diusir wasit Hamim Tohari asal Lamongan di menit ke-79 setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Sejak itu Persegres semakin jadi bulan-bulanan anak-anak Persinga. Tidak ada tambahan gol hingga tambahan babak kedua habis.

Coach Persinga Fahmi Amiruddin mengungkapkan, pertandingan kemarin hanyalah hiburan bagi anak-anak Persinga. Sebab, target Persinga bukan di Piala Indonesia 2018. Melainkan Liga 3 Nasional. Kendati begitu, Fahmi tetap menganggap kemenangan kemarin berkat permainan tim yang solid dan mau berjuang keras. ’’Kami layak untuk senang dengan hasil ini. Tapi, ini (kemenangan, Red) bukan karena individu, melainkan berkat teamwork,’’ ungkapnya.

Fahmi mengungkapkan salah satu kunci timnya mampu menyingkirkan Persegres dari ajang Piala Indonesia 2018. Sejak awal, Fahmi mengaku tahu bahwa lawannya itu dalam kondisi tidak siap. Bahkan sejak Liga 2 berakhir, Persegres nyaris tidak ada latihan sama sekali. Selain itu, sejumlah nama pemain yang berlaga banyak yang hengkang. ‘’Celah itu yang kami manfaatkan untuk mengalahkan mereka,’’ jelasnya.

Dia menyebut lawan yang akan dihadapi Persinga di babak 32 besar nanti masih belum jelas. Yang pasti, lanjut Fahmi, Piala Indonesia bukan target Persinga di musim ini. Sehingga ketika ditanya soal persiapan ke depan, pelatih asal Makassar itu masih belum mau membicarakannya. ’’Jadwalnya saja kami belum dapat, apalagi persiapan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, kekalahan yang dialami Persegres kemarin menambah derita tim asal Gresik, Jawa Timur, itu. Sebelumnya, Persegres terdegradasi dari Liga 2 wilayah timur karena hanya mampu finis di urutan ke-10. Menanggapi hal itu, pelatih Persegres Sanusi Rahman mengaku tidak kaget sama sekali. ’’Kami akui Persinga bermain sangat luar biasa. Wasitnya juga sangat baik. Kami hanya kurang persiapan sehingga bisa kalah dalam pertandingan ini,’’ katanya.

Memang hasil pertandingan kemarin jauh dari yang dia harapkan. Tapi, jika melihat kondisi skuadnya, Sanusi tak heran anak asuhnya dibantai Persinga 3-0. Dia menjelaskan, sejak Liga 2 berakhir, hanya tinggal lima pemain yang bertahan di tim. Sisanya diambilkan dari putra daerah. Sanusi juga hanya memiliki persiapan untuk latihan kurang dari lima hari sebelum laga kemarin. ’’Untuk nasib Persegres ke depan bagaimana, kami kurang tahu. Persiapan di Liga 3 Nasional seperti apa bukan saya yang tahu, karena saya hanya melatih,’’ ucapnya. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here