Persinga Bingung Cari Stadion untuk Homebase saat Lawan Persebaya

255

NGAWI – Manajemen Persinga Ngawi harus memutar otak. Pasalnya, homebase laga home Persinga kontra Persebaya Surabaya di babak 32 besar Piala Indonesia 2019 masih gelap. Rencana memakai Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro gagal lantaran tak mendapat restu dari pihak keamanan setempat.

Persinga harus bergerak cepat memutuskan homebase. Sebab, keputusan di mana akan bermain harus sudah ada sebelum 18 Januari. Laskar Ketonggo dijadwalkan menjamu Persebaya pada 22 Januari mendatang. Selanjutnya, laga away ke Gelora Bung Tomo (GBT) pada 30 Januari. ’’Kami sudah melakukan rapat internal, masih terus digodok sejumlah opsi,’’ kata CEO Persinga Dwi Rianto Jatmiko.

Antok –sapaan Dwi Rianto Jatmiko- mengatakan, sejumlah opsi itu di antaranya apakah Persinga tetap bermain di Stadion Ketonggo atau menyewa stadion lain. ’’Untuk sementara semua masukan kami terima dulu. Tapi, yang jelas faktor keamanan akan jadi prioritas kami,’’ ujar Antok.

Seperti, muncul masukan pertandingan tetap menggunakan Stadion Ketonggo. Seperti usulan dari pihak panpel yang didasarkan pada keinginan para suporter Persinga. Dengan catatan ada pembatasan suporter untuk tim tamu mengingat kapasitas stadion yang hanya sekitar 6.000 orang. ’’Pihak panpel memang menghendakinya di Ngawi, tapi tetap memperhitungkan semua kemungkinan yang akan terjadi,’’ paparnya.

Namun, pihak keamanan sendiri mendesak agar laga tersebut dapat dipindahkan ke tempat lain. Alasannya, dari hasil pengecekan diketahui kondisi stadion tidak layak untuk menggelar pertandingan dengan lawan sekelas Persebaya. Menurut pihak keamanan, dampak negatifnya diyakini bakal lebih besar jika memaksa menggunakan stadion kebanggaan warga Bumi Orek-Orek tersebut. ’’Dari koordinasi tadi memang belum diputuskan. Tapi, dalam waktu dekat ini kami harap sudah diketahui kepastiannya,” ungkapnya.

Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Rudi Sesunan menegaskan bahwa pertimbangan keamanan itu sangat mendasar. Menurut dia, keselamatan nyawa orang lain jauh lebih penting dari hal positif apa pun. Karena itu, dengan melihat kondisi Stadion Ketonggo saat ini dinilai sangat tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan melawan Persebaya. ’’Banyak batu yang berserakan, pembatas antara penonton dengan lapangan juga sangat mudah dirobohkan. Itu di antara permasalahan yang perlu diperhatikan,’’ tegasnya.

Rudi sangat berbesar hati jika pihak penyelengara memutuskan untuk memindah lokasi pertandingan. Di mana pun tempatnya, dia mengaku tidak masalah. Pihaknya berjanji akan tetap memberikan support, khususnya pengamanan. Untuk saat ini, kata dia, pihak panpel maupun manajemen masih memiliki waktu yang cukup jika ingin mencari tempat yang pas untuk menyelenggarakan pertandingan. ’’Silakan pihak penyelanggara berkoordinasi dulu, yang jelas kalau kami pertimbangannya stadion itu tidak layak,” tekannya.

Manajer Persinga Ngawi Didik Purwanto mengungkapkan bahwa keinginan untuk tetap menggelar laga di Stadion Ketonggo bukan sekadar memenuhi keinginan para suporter. Atau bahkan mencari kuntungan semata. Tapi, menurut dia, kesempatan ini sangat tepat untuk Persinga belajar survive. Supaya ke depan ketika menghadapi tim dengan suporter cukup besar sudah tidak bingung lagi. ’’Sekarang kan yang jadi persoalan mengenai keamanannya, saya kira itu yang perlu dibahas dan dicari solusinya bersama,” tuturnya. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here