Persiapan Atlet-Atlet Porprov Kacau

30

MADIUN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Madiun dibuat pusing tujuh keliling. Ini terkait kepastian pencairan anggaran yang dipakai untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2019. Kebutuhan anggaran diperkirakan Rp 3,1 miliar. ’’Karena belum ada kepastian pencairan makanya belum bisa disebutkan cabor yang atlet-atletnya akan ikut porprov,’’ ujar Ketua KONI Kota Madiun Tatok Raya.

Dijelaskan, meski porprov digelar Juli 2019 di Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Gresik, tapi sekarang juga butuh persiapan. Bahkan, untuk Askab PSSI Kota Madiun sudah menyelesaikan pertandingan pra porprov yang digelar di Sidoarjo. ’’Sementara Askab PSSI pakai dana talangan,’’ jelasnya.

Tatok menambahkan, tim sepakbola porprov Kota Madiun memang gagal. Problem itu tidak serta merta langsung bisa menyalahkan Askab PSSI. Sebab, persiapan tim juga mepet. Belum lagi, agar bisa berangkat juga menggunakan dana talangan. ’’Jangan sampai mepetnya persiapan atlet-atlet cabor lain berdampak serius pada kegagalan,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan, dengan persiapan yang kurang maksimal kontingen Kota Madiun gagal total di porprov 5 Banyuwangi. Kota Karismatik hanya mampu berada di peringkat 33 dari 38 kontingen kota/kabupaten di Jawa Timur.  ’’Kami (KONI) tidak memasang target yang muluk-muluk, meski begitu bukan berarti kami pesimistis,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, untuk alokasi anggaran untuk KONI tahun ini sekitar Rp 5,8 miliar. Kemampuan anggaran daerah tahun ini jauh lebih besar di banding tahun kemarin. Rinciannya, Rp 3,1 miliar untuk anggaran rutin dan training centre atlet. Berikutnya, Rp 700 juta untuk pra-porpov, dan sisanya untuk pembinaan 27 cabor. ’’Anggaran yang akan turun memang belum kami plot untuk pembinaan cabor dan rincian untuk porpov mendapatkan berapa itu masih dalam kajian tim kami (KONI),’’ jelasnya.

Perlu diketahui, Tatok raya terpilih menjadi ketua KONI kota Madiun untuk periode 2019-2023 dari hasil Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Muskorkotlub) menggantikan Joko Susilo pada Desember 2019.

Sementara itu, rancangan anggaran belanja KONI pada tahun 2020 tak jauh beda dengan tahun 2019 mencapai 5,9 miliar. Anggaran tersebut meliputi kegiatan olahraga pembinaan 29 cabang olahraga (cabor) sekitar 5,6 miliar, dan operasional sekretariat KONI kota Madiun sebesar 274 juta. ’’Itu masih usulan dalam RAB tahun 2020, tergantung nanti realisasinya antara pemkot dan DPRD,’’ jelasnya.

Pihaknya, juga menyayangkan kondisi beberapa venue fasilitas olahraga yang ada di Kota Madiun. Menurutnya, saat ini ada 29 cabor di kota karismatik. Masing masing cabor akan mendapatkan jatah untuk operasional pembinaan atlet secara berbeda. KONI menetapkan beberapa klasifikasi cabor, yakni cabor yang berprestasi, cabor yang memiliki atlet binaan yang banyak, dan cabor unggulan. ’’Yang pasti tiap cabor berbeda jumlah operasional untuk pembinaan atlet,’’ kata mantan ketua Forki Kota Madiun ini.

Yang memprihatinkan masih belum bisa dicairkan karena terkendala belum rampungnya perwali. Saat ini masih proses pengesahan. Berdasarkan Informasi yang diterima, jelang pemilihan umum 2019 pemerintah daerah tidak boleh mencairkan anggaran hibah untuk lembaga. Padahal, sebelum porpov ada beberapa kegiatan persiapan pra-porpov dan segala persiapannya. ‘’Memang pak wali kota (Sugeng Rismiyanto, Red) sempat menegur kami karena tidak cekatan dalam pengajuan anggaran untuk persiapan porpov. Namun kami memang masih mempersiapkan segala administrasi KONI yang baru kami jabat ini,’’ kilahnya.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya akan berupaya melakukan sinergi dengan pemkot agar sesegera mungkin dana hibah tersebut bisa kami terima setelah Pemilu 2019 pada bulan April tersebut.

’’Informasi yang saya dengar, perwali masih dalam tahap revisi. Jadi, kemungkinan tidak lama lagi akan bisa kami terima agar persiapan porpov bisa maksimal dan membawa nama baik Kota Madiun,’’ pungkasnya. (mgd/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here