Persemag Dipermalukan Blitar Poetra

247

MAGETAN – Episode negatif bermain kandang Persemag Magetan berlanjut. Laskar Macan Lawu harus bertekuk lutut saat meladeni Blitar Poetra di Lapangan Angkasa Lanud Iswahjudi kemarin (11/4). Anak asuh Sukamto itu dihajar tiga gol tanpa balas.

Saat laga baru berjalan lima menit, Nanang Wahyudi dkk dikejutkan dengan gol cepat lawan. Berawal dari tendangan bebas, Fiqi Miftakhi yang tidak dikawal pemain langsung menyontek bola hingga membuat kiper Persemag Rizki Maulana mati langkah. Laskar Lembu Suro –julukan Blitar Poetra- berhasil menggandakan keunggulan 14 menit berselang. Mayonda Virlo membuat gol indah lewat tendangan bebas melengkung yang tidak bisa dijangkau Rizki.

Kemasukan dua gol dalam waktu 20 menit membuat Nanang Wahyudi dkk berbenah. Mereka berbalik mengurung pertahanan anak asuh Lulut Kistono. Namun, peluang baru didapatkan lewat dua tendangan bebas. Namun sayang, tendangan bebas yang dieksekusi Nanang Wahyudi dan Rizal Fahlevi belum bisa bersarang ke gawang Resza Dwi Saputro. Usai turun minum, Persemag semakin trengginas menyerang. Namun, serangan yang dibangun selalu kandas ketika memasuki kotak 16. Celaka mendatangi Persemag 12 menit sebelum bubaran. Dwi Nur Ardhian berhasil mencipatkan gol ketiga lewat free-kick. Tendangan keras pemain nomor punggung 2 itu gagal ditepis kiper.

Coach Persemag Sukamto meminta maaf kepada para suporter dan publik Magetan lantaran belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan yang telah dilalui. Dia berusaha mewujudkan keinginan Magma Mania –suporter Persemag- untuk meraih kemenangan ketika away ke Stadion Lokajaya Tuban, Minggu nanti (15/4). Terkait kekalahan lawan Blitar Poetra, kata dia, para pemain bisa mengimbangi dalam hal permainan terbuka. Sedangkan tim lawan bisa unggul karena berhasil memanfaatkan sejumlah peluang lewat bola mati. ’’Evaluasi yang bisa diambil sore ini (kemarin, Red) perlu meningkatkan kualitas defensif,’’ ujarnya.

Sementara, Lulut menyebut hasil positif ini karena anak asuhannya berhasil menjalankan skema yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Yakni, menyerang di menit-menit awal. Pihaknya memanfaatkan status pemain Persemag yang mayoritas diisi pemain muda. Nah, menurutnya, para youngster cenderung down ketika diberikan tekanan pada 15 menit awal pertandingan. ‘’Ya, terbukti efektif lewat pressure, kami bisa mencetak gol cepat,’’ katanya.

Lulut menyebut ada sejumlah catatan kendati berhasil pulang membawa tiga poin. Di antaranya dari segi finishing dan bisa menikmati jalannya pertandingan. Menurutnya, bila itu bisa diterapkan, anak asuhannya bisa mencetak lebih banyak gol. Meski begitu, dia memakluminya karena alasan cuaca. Dia menyebut cuaca di Maospati kemarin sore panas hingga tercatat 30 derajat Celsius. ’’Karena itu, di babak kedua kami cenderung bermain lewat serangan balik,’’ tandasnya. (cor/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here