Madiun

Pernah Dijemput Paksa Bupati Madiun, Pasien Positif Korona ini Sembuh

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Menjinjing barang bawaan, Sal keluar dari RSUD Dolopo mengenakan sarung, kopiah, dan bermasker. Setelah dua bulan lebih dirawat, warga Desa Sewulan, Dagangan, itu dinyatakan sembuh.

Pemuda 18 tahun itu adalah orang yang dijemput paksa Bupati Madiun Ahmad Dawami, 14 Mei lalu. Tersebab penolakan orang tua dengan alasan sang anak tidak sakit. Meski hasil swab menunjukkan positif korona. ‘’Alhamdulillah sembuh,’’ katanya Kamis (2/7).

Seorang petugas medis bercerita, Sal kurang tertib mengenakan masker di awal perawatan. Namun, seiring berjalannya waktu, dia sadar betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan. ‘’Virus korona itu ada tapi tidak kelihatan,’’ ujar Sal.

Sebelum dipulangkan kemarin, Sal memberikan kesan dan pesan. Dia tidak ingin orang lain juga diisolasi gara-gara korona. Masyarakat dimintanya disiplin menerapkan protokol kesehatan. ‘’Pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan. Penting untuk kesehatan bersama,’’ ucap santri salah satu pondok pesantren di Temboro, Magetan, itu.

Min, ayah Sal, mengucap rasa syukur. Dia berterima kasih kepada rumah sakit yang telah merawat anaknya hingga sembuh. Ihwal penolakan penjemputan, dia mengaku kala itu kurang paham korona. Wawasannya terbuka setelah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter selama anaknya dirawat. ‘’Penyakit ini seperti siluman, tidak kelihatan. Selalu berdoa, ikhtiar, agar terhindar dari wabah ini,’’ tuturnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close