Permohonan DPRD Buka ‘’Trayek’’ di Ngawi, GO-JEK Belum Beri Respons

45

NGAWI – Nasib puluhan pengemudi ojek online (ojol) Ngawi yang diputus kemitraannya oleh Grab Indonesia hingga saat ini masih terkatung-katung. Surat permohonan yang dikirim DPRD melalui dinas perhubungan (dishub) setempat kepada PT GO-JEK Indonesia beberapa waktu lalu hingga saat ini belum mendapat respons.

‘’Sampai saat ini belum ada umpan balik dari GO-JEK (PT GO-JEK Indonesia, Red),’’ terang Kasi Angkutan Barang dan Penumpang Dishub Ngawi Eko Budi Riyanto Jumat (31/5).

Eko mengungkapkan, PT GO-JEK Indonesia belum memberikan tanggapan permohonannya untuk membuka ‘’trayek’’ di Ngawi. Padahal, surat yang ditandatangani langsung Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko tersebut telah dikirim pada 16 Mei lalu. ‘’Kami masih menunggu balasannya,’’ kata Eko.

Ketidakjelasan itu mengundang keprihatinan puluhan pengemudi ojol eks mitra Grab Indonesia di Ngawi. Sebab, pasca diputus kontraknya secara sepihak oleh perusahaan yang berpusat di Malaysia tersebut mereka berharap besar bisa bergabung GO-JEK. ‘’Kami sangat berharap GO-JEK bisa masuk Ngawi,’’ ucap Salamun, salah seorang eks driver Grab Bike.

Dia mengaku, sejak diputus kontrak sepihak oleh Grab belum mendapatkan ladang penghasilan baru meski sudah pontang-panting mencari pekerjaan. ‘’Ada yang cari offline-an, banyak juga yang masih menganggur,’’ sebutnya sembari berharap DPRD mengupayakan solusi lain.

Sekadar diketahui, pada pertengaham Mei lalu sejumlah perwakilan pengemudi ojol eks mitra Grab mengadu ke DPRD. Itu dilakukan setelah diputus kemitraannya secara sepihak. Karena menilai potensi pasar ojol di Ngawi cukup tinggi, mereka berharap wakil rakyat memfasilitasi agar bisa bergabung perusahaan ojol lainnya, terutama GO-JEK.

Pihak DPRD pun merespons cepat dengan menyurati perusahaan yang bermarkas di Jakarta itu. Sayangnya, sejauh ini GO-JEK belum memberikan respons.  (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here