Perkara Korupsi Sampah TPA Kaliabu, Negara Dirugikan Rp 417,2 Juta

85

MEJAYAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan telah mengantongi angka kerugian negara akibat dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu 2017. Hasil penghitungan Inspektorat Pemkab Madiun sekitar Rp 417,2 juta. ‘’Itu sesuai perkiraan kami,’’ kata Kasubsi Pidsus Kejari Mejayan Hendradi Imam Santoso, Selasa (2/10).

Imam mengungkapkan, laporan auditor inspektorat atas keuangan proyek di dinas lingkungan hidup (DLH) itu diterima pekan lalu. Setelah melalui proses audit sekitar tiga bulan sejak pertengahan tahun ini. ‘’Tidak banyak kendala dalam proses mencari kerugian negara itu,’’ ujarnya.

Pihaknya intens berkoordinasi dengan inspektorat terkait perkembangan pemeriksaan. Juga melengkapi data-data yang diperlukan auditor sebagai dasar bahan penghitungan. ‘’Kami memakai inspektorat selaku APIP (aparat pengawasan intern pemerintah, Red) untuk menghitung kerugian negara,’’ tuturnya.

Saat ini pihaknya sedang mendalami nilai kerugian atas proyek pengelolaan sampah TPA Kaliabu yang menelan anggaran Rp 800 juta tersebut. Korps adhyaksa telah memintai keterangan auditor inspektorat sebagai saksi ahli, pekan lalu. ‘’Terkait detail dan hasil pemeriksaannya, akan kami sampaikan dalam persidangan kelak,’’ jelasnya.

Imam menerangkan, proses penyidikan masih terus berjalan. Namun, di antara dua tersangka, penyidik tengah fokus mengorek keterangan dari tersangka BB. Pasalnya, oknum pejabat DLH itu sempat mangkir dari panggilan penyidik tanpa keterangan dan alasan gangguan kesehatan.

Berbeda dengan tersangka PS yang juga pejabat DLH, dia selalu datang memenuhi panggilan. Otomatis, proses memeriksa BB mundur ketimbang PS. ‘’BB sudah tiga sampai empat kali diperiksa. Yang bersangkutan cukup kooperatif,’’ ungkapnya.

Dalam waktu dekat, penyidik segera menyelesaikan pemberkasan perkara sebelum dikirim ke jaksa peneliti. Bila tidak ada kekurangan syarat formil dan materiilnya, masuk tahap dua dengan penyerahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut. ‘’Kami tidak menarget waktu, yang penting bisa dikerjakan sebaik mungkin,’’ tegasnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here