Ponorogo

Perjuangan Aji Bangkit Pamungkas di Pra PON XX

Paling Sulit Menjaga Berat Badan Stabil antara 85–90 Kg

Prestasi kembali diukir oleh Aji Bangkit Pamungkas di cabang olahraga (cabor) pencak silat. Belum lama ini, peraih medali emas Asian Games 2018 itu mampu mengantarkan kontingen Jatim memenangi Kejurnas Pencak Silat Pra PON XX. Hasil itu merupakan buah pelatihan selama satu tahun di puslatda.

======================

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Radar Ponorogo

PODIUM cabor pencak silat sudah lama tak ditapaki oleh Aji Bangkit Pamungkas. Terakhir saat Asian Games 2018 lalu. Setahun berselang dahaga itu baru tertuntaskan. Setelah dirinya berhasil mengalahkan pesilat dari DKI Jakarta, Ausri Bayusro, dengan skor telak 5-0 di Kejurnas Pencak Silat Pra PON XX, Minggu (17/11).

Medali emas langsung melingkar di lehernya begitu didapuk sebagai kampiun di kategori 85 kilogram. Batinnya begitu terasa plong ketika mendengar tepuk tangan penonton yang membahana di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, tempat berlangsungnya Kejurnas Pencak Silat Pra PON XX tersebut.

Aji mengaku perjuangannya untuk meraih supremasi emas cukup terjal. Seperti sebelum final lalu, pesilat asal Kertosasi, Babadan, itu sempat kewalahan saat berduel dengan atlet dari Sumatera Selatan. ‘’Sempat hampir kalah saya. Tapi beruntung masih bisa mengejar poin,’’ ujarnya Selasa (19/11).

Sejauh ini sudah empat medali emas yang diperoleh atlet bersuia 20 tahun itu di berbagai kejuaraan. Termasuk ketika menang pada Asian Games 2018 lalu di Indonesia. ‘’Ini medali emas kedua saya di (kejuaraan) nasional,’’ katanya.

Aji memang secara fokus mempersiapkan diri menghadapi Pra PON XX. Dengan harapan supaya bisa lolos ke PON XX di Papua. Tentu berbagai pelatihan harus dijalaninya. Termasuk menjaga berat badannya agar tetap stabil di antara 85–90 kilogram.

Menurutnya, hal itu menjadi yang terberat. Sebab, dia harus menjaga pola makan dan hidup. Sebagai gantinya, berbagai aktivitas dilakoni oleh Aji supaya berat badannya tetap stabil.

Misalnya, jika sedang jenuh di mes saat menjalani puslatda, sering dilewatinya dengan mendengarkan musik. Aji mengaku kegiatan itu secara tak langsung bisa menjaga mood-nya. ‘’Kalau jenuh pasti, kadang pas capek banget jadi males latihan. Biasanya saya menghibur diri. Seperti menyalakan musik, ngopi, atau sekadar telepon keluarga di rumah biar semangat lagi,’’ terangnya. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close