Madiun

Perhotelan Terdampak Jam Malam?

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Okupansi perhotelan kembali mengalami penurunan bulan ini. Hingga pertengahan September, penurunan pengunjung berkisar 15-20 persen. Dua bulan sebelumnya, okupansi sempat terkerek naik 40 persen.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun Aris Suharno belum tahu persis penyebab terjadinya penurunan tingkat hunian di bulan ini. ‘’Kami belum bisa menyimpulkan apakah penurunan ini terdampak Perwal 39/2020,’’ katanya.

Ditengarai bahwa penurunan berlangsung setelah kota ini memberlakukan kebijakan jam malam. Mengingat beberapa hotel berada di sepuluh jalan protokol terkait. ‘’Beberapa tamu sudah reservasi by phone, ternyata ada aturan harus menunjukkan bukti rapid test, akhirnya batal menginap,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, perpanjangan masa keringanan pajak tak diperpanjang. Insentif pajak daerah yang diajukan PHRI itu hanya dikabulkan tiga bulan awal pandemi, mulai April-Juni. Untuk pengajuan tambahan keringanan Juli-September tidak dikabulkan pemkot. ‘’Sekarang sudah mulai bayar pajak lagi,’’ ujarnya.

Kendati demikian, bantuan subsidi upah (BSU) dari pusat sangat bermanfaat bagi pekerja yang jam kerja dan gajinya belum penuh. Selain BSU Rp 600 ribu per bulan, masih ada insentif pajak penghasilan (PPh) seperti tertuang di PMK.44 Tahun 2020 yang terdiri dari insentif pajak UMKM. Diperuntukkan jenis usaha yang omzet setahunnya maksimal Rp 4,8 miliar. ‘’Insentifnya berupa bebas bayar pajak selama 6 bulan. Mulai April-September, termasuk keringanan PPh karyawan,” urainya.

Tufan Rahmadi, penulis buku Protokol Destinasi, menyebutkan USD 6 miliar devisa pariwisata telah hilang. Sedangkan 13 juta pekerja seluruh Indonesia di bidang pariwisata terancam. Kendati demikian, para pelaku industri wisata terus mencoba bertahan. Saling menguatkan solidaritas sesama sektor menjadi kunci untuk tetap bertahan. Selain mengandalkan stimulus bantuan dari pemerintah. ‘’Setelah keadaan membaik, mulai restart dari awal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara konsisten. Baru kemudian fokus pemulihan dan menjalani kehidupan baru,’’ terangnya saat menjadi pembicara pariwisata di kota ini akhir pekan lalu. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close