Perhatian Keluarga pada Penderita Gangguan Kejiwaan Kurang

32
BUTUH REHABILITASI: Tim Dinsos Kabupaten Madiun diampingi aparat TNI-Polri melepas pasungan ODGJ, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Madiun memprihatinkan. Ini bukti perhatian pihak keluarga memberi hak penderita masih kurang. Sehingga, masalah pemasungan dinilai sangat serius.

Apalagi kebanyakan ODGJ mengalami dua kecacatan sekaligus. Yakni, jiwa dan raga. Maka, gerakan bebas pasung digalakkan lagi. ‘’Saat ini sudah ada undang-undang yang mengatur. Sehingga, keluarga yang sengaja memasung dapat dikenakan sanksi,’’ kata Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati akhir pekan lalu.

Tatuk mengambil contoh kasus yang menimpa HN, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Perempuan kurang waras ini sengaja dipasung keluarganya sendiri karena ulahnya sering menyusahkan. Korban pemasungan ini mengalami gangguan kejiwaan sejak 11 tahun silam.

Penyebabnya diduga tekanan psikologi saat bekerja di luar negeri. Menurut Tatuk, pemasungan menyalahi peraturan. ‘’Seharusnya keluarga bisa melaporkan kepada tim di lapangan. Sehingga, bisa kami rehabilitasi sesuai kasusnya,’’ terang Tatuk.

Dia mengungkapkan, sebagian besar kasus pemasungan dari keluarga ekonomi rendah. Lantaran kurang perhatian untuk mengobati dan tidak bisa mengontrol ODGJ, keluarga mengambil jalan pintas dengan pasung. Pun rasa malu lantaran jadi gunjingan tetangga. ‘’Kami akan lebih menegaskan kepada keluarga ke depan. Jika tidak bisa merawat untuk direhabilitasi,’’ tekannya.

Sementara itu, Jon Suwarno, tim kesehatan Kecamatan Geger, menyebut bahwa ODGJ masuk golongan pasien tidak menular. Sebagian besar penderita terserang kejiwaan dan pikiran. Sehingga, untuk mengobati harus lebih banyak memberi perhatian khusus dan pendekatan agar lebih menenangkan kondisi psikisnya.

Dia mengimbau keluarga agar lebih aktif menangani ODGJ. Sebab, pemasungan tidak akan mengubah kondisi pasien lebih baik. Sebaliknya, justru memperburuk. ‘’Yang pasti kondisi pasien jauh lebih terasingkan. Dibuktikan dengan kondisi HN, setiap ada orang yang datang dia merasa ketakutan,’’ ungkapnya. (mgc/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here