Madiun

Pergantian Konsep dan Lokasi CFD Bikin Pedagang Waswas Pengunjung Merosot

MADIUN – Rencana ’’bedol desa’’ pedagang car free day (CFD) ke Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun awal Agustus mendatang masih menuai pro kontra. Namun, banyak pedagang yang menyetujui. ’’Mungkin kalau pindah, di sana dikasih hiburan atau lomba-lomba setiap minggunya biar ramai,’’ kata Tinika, salah seorang pedagang di CFD.

Menurut Nika, dia tidak mempermasalahkan CFD berubah konsep dan lokasi. Sesuai rencana pemkot, CFD berubah jadi Sunday Market. Menurutnya, jika pengunjung yang datang di lokasi baru antusias, tentu pedagang tidak bakal keberatan. ’’Saya yang penting bisa jualan dan laris, tempatnya di mana manut,’’ ujarnya.

Namun, Nika mengaku sedikit cemas dengan perpindahan tersebut.  Dia takut pengunjung tidak ramai seperti di CFD Jalan Pahlawan. Waktu yang bisa lebih lama dari sebelumnya pun justru membuat Nika khawatir. ’’Kalau di sini kan hanya sebentar, sampai jam 08.00. Orang-orang cepat ke sininya, nggak menunda-nunda karena sebentar itu, jadi pasti ramai,’’ tutur pedagang hijab tersebut.

Dia mengusulkan, jika pindah, mungkin bisa menambah hari. Yakni, menjadi Sabtu dan Minggu pukul 06.00-12.00. Sehingga tidak hanya seminggu satu kali. ’’Kan sekarang sekolah hanya sampai Jumat. Nah, Sabtu pagi sekarang libur, jadi mungkin bisa banyak pengunjung,’’ katanya.

Ketika Radar Madiun berkesempatan menanyai tanggapan pengunjung, banyak yang belum mengetahui tentang rencana pemindahan CFD Jalan Pahlawan ke kawasan Bantaran. Seperti Via dan Fauzia, dua warga Kota Madiun. ’’Baru tahu ini malahan,’’ ujarnya.

Pengunjung CFD lainnya, Anggun Taruna, mengaku sudah tahu tentang rencana pemkot memindahkan lokasi CFD. Dia mengusulkan harus ada pemberitahuan dan sosialisasi. Di Bantaran nanti dia berharap bisa lebih nyaman jalan-jalan dan berbelanja. ‘’Kalau di sini, masih belum jam 08.00 tapi motornya sudah lewat, jadi kita harus mlipir-mlipir gitu jalannya,’’ ungkapnya.

Anggun menambahkan, terkait pemindahan tersebut lumayan memengaruhi minatnya untuk mampir. Menurutnya, jika CFD ada di Jalan Pahlawan, berada di pusat kota dan lebih dekat akses. ’’Ya, pemindahan itu ada positif negatifnya bagi saya,’’ tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Gaguk Hariyono mengatakan, yang berbeda dari pemindahan itu adalah waktu dan tempat. Sedangkan mengenai usulan hiburan dan lomba-lomba di Sunday Market, tentu akan dikoordinasikan dengan dinas terkait. ’’Kami koordinasikan, pengelolanya bukan dinas perdagangan saja,’’ ujarnya.

Namun, pada konsep CFD itu, OPD lain seperti dinas pendidikan, dinas kebudayaan pariwisata dan olahraga, satpol PP, dinas lingkungan hidup, dinas perumahan  dan permukiman ikut terlibat. ’’Pak Wali memerintahkan untuk membangun panggung permanen di sana,  ya untuk hiburan-hiburan seperti itu,” terangnya.

Gaguk menambahkan, sesuai konsep terbaru memang dibuat dua kali dalam sepekan. Yakni, pada Sabtu sore sampai pukul 00.00. Dan, Minggu pagi mulai pukul 06.00 sampai 12.00. ’’Pak Wali menekankan harus bersih, para pedagang harus bertanggung jawab terhadap kebersihan,’’ ucapnya. (mgd/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close