Peredaran Narkoba di Kota Madiun Kian Merajalela

26

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di Kota Madiun dari tahun ke tahun kian marak. Itu berdasarkan itung-itungan hasil ungkap Satreskoba Polres Madiun Kota. Tercatat, dari awal tahun hingga saat ini polisi berhasil mengungkap 27 kasus narkoba dan obat-obatan terlarang yang melibatkan 34 tersangka.

Kasat Reskoba Polres Madiun Kota AKP Eko Sugeng Rendra mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan bertambah di jeda tiga bulan jelang pergantian tahun. Sepanjang tahun lalu, tercatat 31 kasus terungkap. ‘’Masih ada jeda tiga bulan. Dimungkinkan tahun ini meningkat,’’ ujar Eko.

Mayoritas barang bukti berupa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. Modus operandi pelaku berbagai macam. Eko menyebut, mayoritas menggunakan jasa kurir dengan modus tanam ranjau. ‘’Pengantar ini meranjau di suatu tempat yang sudah diberitahukan sebelumnya kepada pemesan. Kemudian diranjau, pemesan mengambil,’’ bebernya.

Beberapa di antara kasus yang terungkap merupakan mata rantai yang saling terkait. Mayoritas berupa hasil pengembangan dari kasus yang terungkap sebelumnya. Pun mayoritas tersangka merupakan pemain lama dan mantan narapidana yang pernah terjerat kasus serupa. ‘’Mayoritas merupakan pemain lama,’’ tegasnya.

Terkait jaringan lapas, Eko enggan membeberkan secara detail. Hanya, dia mengakui ada beberapa kasus yang merupakan jaringan lapas. Napi di lapas mengendalikan peredaran narkoba. ‘’Jaringannya bermacam-macam. Ada beberapa jaringan lapas,’’ terangnya.

Semua kasus yang terungkap tahun ini belum seluruhnya tuntas di meja persidangan. Dari total kasus tahun ini, 18 di antaranya telah P21 (selesai penyelidikan). Sementara sembilan di antaranya masih dalam proses. ‘’Baik tahun ini maupun tahun lalu kebanyakan narkoba jenis sabu,’’ sebutnya.

Eko menegaskan, semua jenis narkoba harus dijauhkan dari generasi mendatang. Seluruh elemen dan pihak terkait harus turut terlibat dalam pemberantasan narkoba dan obat-obatan terlarang. Mulai sekolah, instansi terkait, hingga keluarga yang memiliki fungsi pengawasan dan kendali penuh terhadap anak-anak. ‘’Dampak narkotika itu bisa dikatakan sebagai biang kriminalitas,’’ ujarnya.

Seluruh jenis narkoba mengandung zat yang menimbulkan efek hilang kesadaran. Sehingga pengguna merasa rileks atau fly. Hal itu dapat memicu tindak kriminal lainnya. Pun efek candu, dampak kesehatan mengancam pemakai. ‘’Jika parah bisa menyebabkan hilang nyawa bagi siapa pun pemakainya,’’ ucapnya. (kid/c1/fin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here