Peredaran Beras Sachet Tunggu Kepastian

174

MADIUN – Rencana penjualan beras sachet mulai mendapat respon. Salah satunya dari pedagang Pasar Besar Madiun (PBM) yang enggan menjualnya kepada masyarakat.

Namun sikap tersebut mendapat tanggapan dingin Kepala Bulog Sub Divre Madiun Heriswan. Sebab, meski beras kemasan 200 gram itu telah resmi beredar Kamis (19/7) lalu, akan tetapi masih akan dievaluasi.

‘’Kalau animo masyarakat tinggi, permintaan meningkat, baru kami edarkan di pasar,’’ katanya Selasa (24/7).

Bulog Sub Divre Madiun telah mengedarkan beras sachet itu ke sejumlah rumah pangan kita (RPK). Pihaknya bakal memantau selama sepekan ke depan.

‘’Sekitar seminggu lah, mungkin Jumat (27/7) nanti kami akan informasikan perkembangannya,’’ ujarnya.

Heriswan menambahkan sub divre lain di Jawa Timur memang belum ada yang memasarkan beras sachet ke pasar-pasar. Sebab, masih tahap pengenalan ke masyarakat.

‘’Saya dapat informasi dari sub divre lain, animo masyarakat tinggi, tapi belum sampai menembus pasar,’’ ungkapnya.

Dia optimistis animo masyarakat Kota Madiun terhadap beras sachet tinggi. Sebab, tujuan utama bulog adalah memudahkan masyarakat mendapat beras dengan harga terjangkau.

‘’Bagi yang mau silakan, kalau nggak mau ya nggak masalah,’’ tukasnya.

Dia mengklaim beras sachet ini sangat dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Faktor pendorongnya adalah harga hemat.

Kurang dari Rp 10 ribu bisa memperoleh beras dan lauk pauk. Beras kemasan bisa untuk tiga orang.

Suparji, pedagang kue di sekitar PBM menyambut baik hadirnya beras sachet. Dia telah mengetahui produk itu dari televisi.

Harga beras sachet Rp 2.500 diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya. Maklum, sebagai pedagang kecil pendapatannya tak menentu.

‘’Lumayan bisa beli beras sama lauk, karena saya tinggal berdua sama istri,’’ terangnya (mg2/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here