Pemkot Madiun Perbanyak Taman Tematik di Kota Karismatik

302

MADIUN – Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan pemkot pada sejumlah taman di Kota Madiun. Rencananya pada tahun ini ada empat taman yang bakal diperbaiki karena keindahan sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) tersebut sudah berkurang.

Meliputi Taman Nusa Penida, Taman Asabri, Taman Kelun, dan Taman Cokrobasonto. ‘’Kalau untuk Taman Cokrobasonto anggarannya sekitar Rp 2 miliar, sedangkan Taman Nusa Pedina Rp 500 juta. Kalau untuk taman lainnya saya tidak hafal,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto.

Konsep perbaikan taman itu nantinya tak jauh berbeda dengan Taman Hero di kompleks perumahan Bumi Mas 2. Misalnya, Taman Asabri. Taman itu nantinya bakal dikonsep sebagai taman kelir. ’’Nanti kami tonjolkan ornamen-ornamen beraneka warna. Tapi, pada prinsipnya kami mengajak lingkungan sekitar situ enaknya dibuat seperti apa,’’ ujar Soeko.

Ada sejumlah alasan yang menjadikan pemkot ingin memperbanyak taman tematik di Kota Madiun. Di antaranya, sebagai pemecah konsentrasi keramaian masyarakat yang selama ini hanya terpusat di alun-alun dan Lapangan Gulun. Selain itu, bisa menambah wawasan masyarakat.

Konsep seperti itu sudah diterapkan di Taman Hijau Demangan, Taman Obor di Kelurahan Oro-oro Ombo, dan Taman Hero di Bumi Mas 2. Khusus untuk Taman Hero, Soeko mengungkapkan konsep taman tematik sengaja dibuat sebagai bentuk hiburan bagi anak-anak. ’’Kami ingin melayani beberapa segmen masyarakat,’’ tutur Soeko.

Bahkan, taman seluas 673 meter persegi tersebut pada 2019 akan ada sedikit sentuhan tambahan. Terutama pada ornamen patung hero seperti Iron Man, Gatotkaca, dan IroN Patriot yang bakal dilengkapi sensor. ’’Tidak ada penambahan patung. Saya pikir dengan hanya tiga patung (hero) itu sudah cukup lokasinya,’’ katanya.

Begitu juga pada Taman Sehat di Jalan Banda. Taman tersebut dilengkapi fasilitas olahraga fitnes outdor dan planter. Soeko mengungkapkan, pada prinsipnya jauh sebelum taman itu dibangun, pihaknya telah lebih dulu menampung masukan dari warga setempat terkait konsep perbaikan RTH di sekitar tempat tinggal mereka. ‘’Masyarakat bahkan sudah setuju dengan tindak lanjut pemeliharaannya. Tapi, tetap kami back up,’’ ungkap mantan sekretaris dinas perkim tersebut. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here