Perbaikan Tunggu Tahun Depan, Jalan Berlubang Ditanami Pisang

29

MADIUN – Jalan rusak di kabupaten Madiun belum sepenuhnya tersolusikan. Sebab, pemkab Madiun membutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikan seluruh kerusakan jalan. Setidaknya, data hingga akhir 2018  jalan rusak berat mencapai 153,3 kilometer, jumlah tersebut akan terus meningkat mengingat jalan rusak ringan sudah menyentuh 99,6 kilometer.

Salah satu wajah jalan tak ramah pengguna jalan terlihat di  jalan raya Madiun Wonoasri, tepatnya masuk RT 13 Desa Ngadirejo. Jalan tersebut berlubang dan terendam air saat musim penghujan seperti saat ini. Kondisi itu membuat warga jenggah hingga menanam sebatang pohon pisang agar pemerintah memberi perhatian untuk perbaikan jalan tersebut.  ”Banyak pengguna jalan yang terjatuh, bahkan sampai patah tulang,” ungkap Mujianto, warga setempat.

Muji mengatakan lubang jalan itu setidaknya setiap hari mencelakakan lima orang, namun pasca pemasangan plang peringatan bertuliskan tuman jalan rusak jumlah penguna jalan celaka tinggal dua saja. ”Perbaikan total, jangan sampai ada yang jatuh lagi ketika lewat sini,” katanya.

Dia berharap, pemkab Madiun melalui organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan perbaikan. Termasuk peningkatan saluran air yang dituding menjadi biang rusaknya jalan karena menjadi langganan tergenang air. ”Segera diperbaiki saja,” ungkapnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Heru Sulaksono menyebut kalau pihaknya sudah mendapat laporan terkait kerusakan jalan tersebut. Dia mengungkapkan jika hari ini (2/4) pihaknya bakal melakukan pemeliharaan dengan melakukan tambal lubang jalan. ”Satu atau dua hari ini akan kami lakukan pemeliharaan,” tegasnya.

kata dia, ruas Madiun Wonoasri tak hanya dilakukan perbaikan saja. Namun dilakukan peningkatan jalan dengan overlay total. Namun tidak tahun ini, mengingat panjang jalan rusak mencapai ratusan kilometer. Sedangkan perbaikan menyeluruh membutuhkan anggaran diatas Rp 700 miliar. Heru menyebut sudah mengusulkan peningkatan rusak itu pada tahun 2020 mendatang. Rencananya anggaran perbaikan diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK). ”Kami jadwalkan tahun depan untuk ruas jalan tersebut,” katanya. (fat/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here