Perbaikan Jalan Sobontoro-Prampelan Telan Rp 4 Miliar

65

MAGETAN – Berakhirkah kerusakan parah ruas jalan Sobontoro–Prampelan tahun ini? Infrastruktur penghubung wilayah Kecamatan Karas dan Karangrejo itu kondisinya terbilang kronis. Selama bertahun–tahun dibiarkan. Material aspalnya sudah tak tampak. Hanya menyisakan batu dan tanah yang becek saat terkena hujan. Serta menimbulkan kepulan debu saat musim kemarau. ’’Tahun ini akan kami tingkatkan,’’ kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muhtar Wahid.

Muhtar menyebut, sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Jalan itu tidak akan dilapis hotmix lagi. Melainkan akan dicor beton. Saat ini, Muhtar tengah bersiap membuat perencanaan. Dari detail engineering design (DED) bakal diketahui panjang ruas jalan yang bisa dicor dengan anggaran sebesar Rp 4 miliar tersebut. Anggaran itu terbilang kecil. Sebab, biaya cor memang sangat mahal dibandingkan aspal. ’’Kurang lebih nanti bisa mengecor sepanjang 2 kilometer. Itu sudah top,’’ sebutnya.

Tak hanya dicor, jalan juga akan dilebarkan menjadi enam meter. Sehingga, akan memakan sisi kanan dan kiri jalan. Yakni, saluran irigasi ke persawahan. Itulah yang biasanya menjadi kendala bidang bina marga dalam meningkatkan kualitas jalan. Pasalnya, tidak semua warga bersedia berpartisipasi. Ada yang tak rela melepaskan tanahnya untuk dijadikan fasilitas umum tersebut. Sehingga, program yang sudah direncanakan matang itu tak jarang terbengkalai. ’’Kami akan segera sosialisasi. Semoga mereka mengerti, karena ini untuk kebutuhan mereka juga,’’ ujarnya.

Dengan dicor, diakui Muhtar, jalan tersebut akan tahan hingga 10 tahun ke depan. Dengan catatan, selalu dilakukan pemeliharaan setiap tahunnya. Sayang, untuk memelihara jalan yang sudah ditingkatkan, DPUPR Magetan belum mampu sepenuhnya. Alhasil, jalan-jalan kabupaten sudah rusak sebelum habis masanya. ‘’Karena anggaran yang kami terima harus dibagi-bagi. Supaya semua jalan mendapat sentuhan,’’ terangnya.

Menurut Muhtar, rusaknya ruas jalan selama ini karena digunakan akses lalu lalang truk pengangkut material tambang. Tak jarang, beban yang diangkut overtonase sehingga menambah beban jalan. Tak heran jika menimbulkan lubang di sana-sini. Pengurukan pada lubang itu selama ini tidak mempan. Dalam hitungan pekan akan kembali berlubang. ’’Supaya tuntas, kami cor saja. Karena lebih kuat,’’ tuturnya.

Namun, hingga kini kegiatan penambangan masih berlangsung. Di antaranya di Desa Sumursongo dan Sobontoro, Karas. Muhtar akan berkoordinasi dengan para penambang terlebih dahulu sebelum meningkatkan jalan tersebut. Truk akan dialihkan ke jalan yang tidak diperbaiki. Sehingga, kegiatan para penambang dan peningkatan jalan tetap bisa sama–sama berjalan. ’’Supaya jalan yang kami perbaiki tidak dilewati dulu,’’ jelasnya.

Tak hanya meningkatkan kualitas jalan, Muhtar bakal menambahkan trotoar di depan kantor Desa Sobontoro. Seperti peningkatan jalan yang melewati kantor desa lainnya. Sehingga, diharapkan di sana akan tumbuh spot–spot perekonomian baru. Seperti para pedagang kaki lima (PKL) yang bisa membuka lapaknya mulai sore hingga malam. ’’Supaya ramai, bisa digunakan untuk beraktivitas,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here