Perantau Ibu Kota Mulai Berdatangan

135

MADIUN – Menjelang libur Natal dan tahun baru terjadi lonjakan penumpang kereta api. Jika biasanya per hari jumlah penumpang 11 ribu, sejak Minggu (16/12) naik hingga 17 ribu. Diprediksi jumlah penumpang KAI sampai berakhirnya masa Nataru nanti mencapai 33.955 penumpang. ’’Prediksi nanti hingga 4 persen,’’ kata Kepala Daop VII Madiun Heri Siswanto.

Sampai Kamis (20/12) tiket KA bersubsidi ludes terjual menyisakan tiket komersial (harga KA ditentukan KAI). Mulai KA Brantas, KA Kahuripan, KA Pasundan, dan KA Brantas tambahan. Paling banyak kedatangan dari ibu kota, sedangkan keberangkatan didominasi sejumlah kota besar seperti Surabaya, Jogjakarta, hingga tujuan Pasar Senen. ’’Puncaknya sebelum Natal tanggal 21 Desember, tahun baru akhir Desember,’’ ujarnya.

Setelah digelar apel Nataru Rabu kemarin (19/12), persiapan teknis KAI kian digenjot. Di antaranya, memastikan KA tambahan untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang. Sebanyak enam lokomotif dan tiga unit lokomotif cadangan terdiri dari lima lokomotif jenis CC 201 dan empat lokomotif jenis CC 203. ’’Sebanyak 55 unit kereta dan tujuh kereta cadangan dengan jumlah total 62 kereta siap operasi. Armada tersebut disiapkan untuk melayani enam trainset KA penumpang asal Daop VII (Brantas, Kahuripan, Singasari PP),’’ jelasnya.

Guna mengantisipasi gangguan terhadap kelancaran perjalanan KA, alat material untuk siaga (AMUS) di sembilan titik stasiun, masing-masing Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Walikukun, Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Alat dan material yang berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dan sebagainya tersebut siap ditarik sewaktu-waktu ke lokasi untuk mengatasi gangguan jalur rel seperti longsoran dan ambles. ’’Tantangan persiapan Nataru kali ini lantaran bertepatan dengan musim penghujan,’’ sebutnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here