Perantau Enggan Pulang untuk Nyoblos

10

PACITAN – Angka partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 di Pacitan relatif rendah. Bahkan, tidak mampu menembus limit 77 persen seperti yang ditargetkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI secara nasional. Warga yang nyoblos pada 17 April lalu hanya sekitar 74,6 persen. ‘’Ada beberapa faktor penyebab, salah satunya para perantau yang enggan pulang,’’ kata Ketua KPU Pacitan Damhudi kemarin (2/5).

Menurut Damhudi, tak sedikit dari mereka merantau di Jakarta, Surabaya, kota besar lainnya hingga ke luar Jawa untuk mencari nafkah. Sementara, sebagian lainnya menempuh pendidikan di luar kota. Meski hari H pemilu ditetapkan sebagai hari libur nasional, namun banyak yang enggan pulang.  ‘’Jika mereka ada di rumah, mayoritas pasti menggunakan hak pilihnya,’’ ujarnya.

Selain itu pemohon A5 atau pindah pilih juga tinggi. Pihaknya ,mencatat serkitar 1.000 jiwa yang mengajukan. Sehingga, mereka lebih memilih menyalurkan suaranya di perantauan. ‘’Pacitan bukan kota industri, bisnis, atau pendidikan. Jadi memang sulit untuk melampaui target nasional,’’ terangnya.

Hasil rekapitulasi tingkat Kabupaten Pacitan, dari 471.061 jiwa daftar pemilih tetap (DPT) hanya 351.488 yang hadir kr tempat pemungutan suara (TPS). Terdiri dari 170.123 jiwa pemilih laki-laki dan 181.365 perempuan. Jika dibandingkan Pileg 2014, jumlah kehadiran pemilih 334.569 jiwa dari 466.357 DPT atau 71,7 persen. Meski tak meningkat dari Pilpres 2014 yang hanya 69,04 persen. ‘’Tingkat partisipasi dalam pileg rata-rata 70 sampai 71 persen. Tahun ini meningkat 74 persen,’’ paparnya.

Dia memprediksi peningkatan tersebut lantaran pileg dan pilpres dilaksanakan serempak. Sehingga, para peserta pemilu saat kampanye getol mengajak masyarakat demi mendongkrak angka partipasi. Pun pihaknya gencar melakukan sosialisasi. ‘’Peningkatan empat sampai lima persen tergolong bagus,’’ klaimnya.

Sementara hasil rekapitulasi suara pilpres angka partisipasi pemilih disabilitas tergolong minim. Dari 1.020 DPT hanya 188 yang menggunakan hak pilihnya. Padahal pihanya sempat menggelar simulasi coblosan untuk pemilih berkubutuhan khusus. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here