Perajin Brem di Desa Kaliabu Belum Punya Brand Sendiri

106

MEJAYAN – Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, merupakan sentra industri brem di Kabupaten Madiun. Sayang, mayoritas perajin setempat belum memiliki brand sendiri untuk produknya. Melainkan sekadar menjadi pemasok ke toko oleh-oleh tanpa label merek.

‘’Kami punya beberapa pelanggan (toko oleh-oleh, Red). Bahkan, ada yang dari luar pulau,’’ kata Supriadi, salah seorang pelaku industri rumahan brem di Kaliabu, kemarin (4/2).

Dia mengungkapkan, di Kaliabu terdapat puluhan perajin brem. Karena itu, desanya pantas dijadikan destinasi wisata bagi masyarakat yang ingin mengetahui proses pembuatan penganan berbahan dasar tape ketan tersebut.

Diakuinya, para perajin telah mendapat pelatihan dari dinas seputar pengolahan brem. Namun, menurutnya, langkah itu belum cukup mengangkat pendapatan. ”Kalau dengan cara modern kan hasilnya lebih baik, produksi juga lebih banyak, dan biaya produksi bisa dipangkas,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Anang Sulistyono mengatakan, pihaknya menggandeng dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) untuk menjadikan Kaliabu sebagai desa wisata. ”Rencananya akan ada tempat khusus bagi para pelancong untuk melihat langsung proses produksi brem,” ujarnya.

Anang membenarkan pihaknya telah memberikan pelatihan bagi puluhan pelaku home industry brem. Salah satu aspek yang ditekankan adalah proses pengolahan yang benar-benar higienis. ”Kami bantu perbaikan kualitas produksinya. Kalau teknis kampung bremnya sepeti apa, kami serahkan ke disparpora,” pungkasnya. (mg4/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here