Penyusunan Ranperda tentang BUMN Dikebut

21

NGAWI – Penyusunan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang badan usaha milik daerah (BUMD) terus dikebut. Komisi I DPRD Ngawi selaku inisiator, pada Selasa lalu (7/5) menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menindaklanjuti penyusunan ranperda tersebut.

‘’Ini (rapat, Red) masih tahap awal setelah ada pembahasan dengan pihak UNS di Solo beberapa waktu lalu,’’ kata Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi Siswanto kepada Radar Ngawi kemarin (8/5).

Siswanto menjelaskan ranperda tentang BUMD tersebut kelak mengatur keberadaan sejumlah perusahaan milik daerah (perusda) di Ngawi seperti PDAM dan PD Sumber Bakti. Untuk pembahasan tahap awal itu, lanjut dia, pihaknya bakal meminta penjelasan lebih jauh eksekutif mengenai beberapa perusda di wilayah setempat saat ini. ‘’Terutama yang bakal di-cover dalam ranperda itu,’’ ungkapnya.

Dari penjelasan eksekutif itu, kata Siswanto, kelak dijadikan bahan untuk mendetailkan lagi bab per bab maupun pasal demi pasal dalam ranperda tersebut. Sayang, dalam rapat lalu pihak eksekutif yang diwakili bagian hukum sekretariat daerah (setda) belum bisa menyampaikan secara rinci terkait keberadaan beberapa perusda di Ngawi. ‘’Yang kami harapkan mereka (eksekutif, Red) bisa menjelaskan PDAM itu begini, Sumber Bakti begini. Tapi sepertinya maish mentah,’’ ucapnya.

Karena itu, pihaknya bakal memberikan waktu kepada eksekutif untuk melakukan komunikasi lagi dengan beberapa perusda terkait. Itu dilakukan untuk mengkaji poin-poin yang perlu diatur melalui ranperda BUMD. Jika tidak ada kendala, lanjut Siswanto, rapat pembahasan lanjutan digelar Senin (13/5). ‘’Kami ingin tahu apa saja substansi yang ingin mereka atur dalam ranperda itu,’’ ungkapnya. (tif/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here