Penyidikan Kasus Korupsi Prokasih-Komposting Tinggal Seujung Kuku

64

MAGETAN – Proses penyidikan dua tersangka korupsi program kali bersih (prokasih) dan komposting di pasar sayur Magetan tinggal seujung kuku. Penyidik bakal segera menuntaskan pemberkasan kasus yang melibatkan dua PNS di lingkup Pemkab Magetan itu. Selanjutnya, berkas dikirim ke kejaksaan. ’’Segera kami limpahkan,’’ kata Kapolres Magetan AKBP Muslimin.

Dia mengatakan, pelimpahan berkas tersangka Dad dan EP memang sempat ditunda oleh pihak Polres Magetan. Namun, bukan berarti penyidikan dugaan korupsi itu dihentikan. ’’Kami mendapat arahan dari pimpinan, penyidikan tindak pidana korupsi menunggu proses pilkada (pemilihan kepala daerah, Red) selesai,’’ ujarnya.

Menurut Muslimin, proses penyidikan tinggal menyisakan pemeriksaan lanjutan dan langsung bisa dilimpahkan jika berkasnya sudah lengkap. Sejatinya, pihak kepolisian ingin segera melimpahkan penanganan kasus di lingkup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan itu. Namun, masih terbentur agenda untuk mengamankan gelaran pilkada serentak 2018. ’’Nah, ini sudah selesai pilkada, tidak lama lagi akan kami tingkatkan penyidikannya,’’ ungkap Muslimin.

Namun, setelah dilimpahkan bukan berarti penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian tuntas. Bakal ada pemeriksaan lanjutan lagi. Apakah akan ada nama lain yang menemani Dad dan EP setelah ini? Muslimin masih menunggu perkembangan penyidikan yang dilakukan unit Tipikor Sat Reskrim Polres Magetan apakah ada keterlibatan pihak lain. ‘’Untuk nama lain, masih menunggu perkembangan penyidikan,’’ terangnya.

Proses penanganan dugaan tindak pidana korupsi di lingkup DLH itu sudah dilakukan sejak  tahun lalu. Sementara penetapannya sebagai tersangka dilakukan pada Mei lalu. Di mana, Dad saat itu sudah pindah tugas ke dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) sejak pertengahan 2017. Sementara tersangka EP masih menjabat sebagai kasi pengurangan sampah di DLH Kabupaten Magetan.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magetan Andi Ermawan mengatakan, hingga kini masih belum ada pelimpahan dugaan kasus tipikor dari pihak kepolisian. Pihaknya hanya masih menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik. ‘’Belum ada pelimpahan, masih SPDP,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here