Penyedia Jasa Pijat Warung Malang Cukup Dibina Tanpa Tipiring

145

MAGETAN – Tak semua pemilik usaha warung Malang pada saat penutupan Jumat (5/4) lalu tertib aturan. Buktinya, petugas satpol pp sempat mendapati adanya sebuah warung yang tetap beroperasi kendati sebelumnya sudah diperingatkan.

Parahnya lagi, warung itu terindikasi menjajakan pelayanan pijat plus-plus kepada pelanggannya. Petugas penegak perda yang mendapati kenyataan itu langsung menutup dan menyegel tempat usaha tersebut. ‘’Langsung kami eksekusi dan tutup pada malam itu juga,’’ kata Kasatpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi kemarin (7/4).

Sebagai tindak lanjut, pihaknya lantas mengamankan penyedia jasa layanan pijat itu ke kantor satpol pp untuk didata dan dibina. Langkah lainya, perempuan paro baya tersebut juga dilakukan cek darah oleh dinas kesehatan (dinkes). Tindakan itu dilakukan untuk memeriksa apakah yang bersangkutan terkena penyakit HIV/AIDS atau tidak. ‘’Hasilnya disampaikan oleh pihak dinkes sendiri. Kami hanya menyerahkan orangnya untuk diperiksa,’’ ujar Chanif.

Berdasar hasil penyelidikan diketahui bahwa perempuan penyedia jasa layanan pijat itu sengaja beroperasi karena mendapat paksaan dari pelanggannya. Menurut Chanif, sebenarnya sudah ada itikad dari pemilik warung untuk menutup usahanya tersebut. ‘’Kami sudah meminta kepada yang bersangkutan untuk membuat surat pernyataan kali kedua karena telah melanggar ketentuan,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui, upaya penutupan itu berdasar dari masukan masyarakat. Karena telah terjadi alih fungsi warung Malang oleh pemiliknya. Semula bangunan semi permanen yang berdiri di pinggir Jalan Raya Maospati-Ngawi itu difungsikan untuk jualan, namun dalam perjalanannya dijadikan sebagai lokasi praktik prostitusi terselubung.

Bahkan, beberapa warung di antaranya kedapatan telah memperjual belikan minuman keras (miras) oplosan, panti pijat dan tempat karaoke. ‘’Semua usaha yang menyimpang harus dihentikan,’’ tegas Chanif.

Selain di warung Malang, pembinaan juga sempat pihaknya berikan kepada dua perempuan pemandu lagu (PL) dan tujuh pelanggan pria saat menggelar razia di Pasar Sayur. Karena mereka kedapatan sedang pesta miras. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here