Penyebab Lepasnya Granit Tugu Pancasila Ulah Oknum atau Faktor Konstruksi?

50
UKUR: Petugas Disperkim Magetan mengukur plakat Tugu Pancasila yang hilang.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Empat sila pada Tugu Pancasila alun-alun yang hilang bakal segera kembali. Selasa (17/9), petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan mengukur plakat granit yang terlepas dari tugunya. ‘’Sudah kami pesankan granitnya,’’ kata Plt Kepala Disperkim Mujiono.

Dia mengaku kesulitan mendapatkan granit itu meski telah mencari ke toko-toko bangunan di Magetan hingga Madiun. Pihaknya akhirnya berhasil mendapatkan material tersebut di Tulungagung.

Mujiono memastikan pemasangan granit tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sebab, harus diukir terlebih dulu sesuai bunyi butir-butir sila yang hilang. Pun, mencari tukang yang mampu memahatnya dengan presisi, sama dengan bentuk pahatan sebelumnya. ‘’Tetap akan kami perbaiki. Tapi, butuh waktu,’’ ujarnya.

Dia mengaku hingga kini belum mengetahui penyebab pasti kerusakan plakat Tugu Pancasila yang rencananya tahun depan bakal dipindah tersebut. Namun, Mujiono menduga akibat ulah oknum tak bertanggung jawab. Sebab, petugas tidak menemukan bekas granit yang terlepas itu di sekitar lokasi. ‘’Kami minta kerja sama satpol PP untuk pengamanan di sekitar alun-alun,’’ tuturnya.

Pandangan berbeda dilontarkan Bupati Suprawoto. Kang Woto –sapaan akrab bupati- yang kemarin sempat melihat langsung kondisi Tugu Pancasila menilai konstruksi tugu tidak kuat. Tidak mengherankan jika plakatnya terlepas hingga butir-butir silanya tidak komplet. ‘’Ini didorong empat orang dewasa saja bisa ambruk,’’ ucapnya.

Terlepas dari itu, dia memastikan tugu bakal dipindah ke selatan pohon beringin. Kelak bakal ada pilar di sekitarnya dan terlihat lebih artistik dengan adanya pernak-pernik yang lebih bervariasi. Berbeda dengan bangunan sekarang yang hanya dihiasi burung garuda kecil pada sisi atasnya.

Berdasar masterplan pengembangan alun-alun Magetan, paling cepat Tugu Pancasila dipindah tahun depan. Dengan catatan dana untuk pembangunannya mencukupi. Sebab, pengembangan alun-alun diprediksi memakan waktu tiga tahun.

Tahun pertama difokuskan pada pembangunan toilet semi-underground, playground, dan ruang informasi. ‘’Bertahap, karena keuangan daerah harus dibagi untuk kepentingan lainnya. Tapi, target kami 2021 sudah kelihatan hasilnya,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here