Penyaluran PKH Tunggu SK Kemensos

128

MAGETAN – Penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) 2019 di Magetan tersendat. Pasalnya, sampai dengan saat ini pemkab belum menerima surat keputusan (SK) dari Kementerian Sosial terkait mekanisme penyaluran bantuan sosial tersebut. ‘’Semua bantuan ini dari pemerintah pusat. Kami tinggal menyalurkan,’’ kata Kepala Dinas Sosial Magetan Sucipto kemarin (1/2).

Dia memprediksi jumlah penerima bantuan PKH di Magetan meningkat tahun ini. Hingga mencapai Rp 1 miliar dibandingkan alokasi tahun lalu sebesar Rp 48,9 miliar. Naiknya besaran bantuan sosial dari pemerintah pusat itu terjadi seiring meningkatnya alokasi anggaran PKH sekitar 38 persen dibandingkan 2018.  ‘’Itu akumulasi dari tahap pertama sampai keempat,’’ ujarnya.

Dalam mekanisme penyalurannya nanti, dinsos bakal menggandeng pihak kepolisian. Keputusan itu menindaklanjuti hasil kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dengan Polri. ‘’Ini bukan karena ada temuan pada tahun lalu. Tapi, karena dana yang disalurkan memang sangat besar,’’ tutur Sucipto.

Yang jelas, kata dia, jumlah bantuan PKH tidak akan sama pada setiap tahapnya. Besarannya tergantung dari jumlah keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara, data KPM selalu mengalami perubahan setiap triwulan.

Sehingga, bisa saja warga yang menjadi KPM pada tahap pertama, saat masuk tahap kedua dianggap sudah tidak layak. Dengan begitu, yang bersangkutan harus dicoret dari daftar KPM. Sebaliknya juga berlaku bagi mereka yang sebelumnya tidak terdaftar sebagai KPM. ‘’Setiap tahap, bisa naik bisa turun jumlah KPM-nya,’’ terang Sucipto.

Kendati belum jelas bagaimana mekanisme penyaluran PKH, lanjut Sucipto, indikator penerima bantuan sosial itu sudah klir. Di mana bantuan PKH berdasar pada komponen setiap jiwa. Mulai ibu hamil, anak usia dini, SD, SMP, SMA, disabilitas berat, dan lanjut usia. Maksimal dalam satu keluarga bisa empat orang yang menerima bantuan tersebut. Syarat penerima bantuan itu jelas berbeda dengan tahun lalu yang diberikan secara merata ke setiap keluarga penerima manfaat. ‘’Jadi, setiap keluarga jumlah bantuan yang diterima bisa berbeda,’’ sebutnya.

Dia berharap bantuan itu dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan dari sebuah keluarga penerima manfaat. ‘’Begitu SK Kemensos turun, secepat mungkin kami akan salurkan. Supaya cepat bisa digunakan masyarakat,’’ ucap Sucipto. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here