Madiun

Penularan Lokal Covid-19 Jadi Sebaran Paling Berbahaya di Kota Madiun

Tracing Maksimal, Pembatasan Minimal

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyebaran transmisi lokal (local transmission) telah terbentuk di Kota Madiun. Seiring kian bertambahnya kasus-kasus baru Covid-19 yang terdeteksi dalam tracing (pelacakan) kontak erat dengan pasien sebelumnya. Artinya, pasien baru tertulari pasien yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madiun mencatat ada dua titik wilayah yang saat ini menjadi penyebaran transmisi lokal di kota ini. Yakni, Kelurahan Kelun, Kartoharjo; dan Kelurahan Banjarejo, Taman. Beruntung, kasus baru itu cepat terdeteksi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun sehingga tidak menyebar luas. ‘’Beruntungnya lagi wilayahnya tidak seluas daerah di sekitarnya sehingga mudah untuk melokalisasi,’’ kata Ketua IDI Cabang Madiun dr Tauhid Islamy SpOG (K).

Tauhid menguraikan, penyebutan transmisi lokal bukanlah cap negatif. Local transmission dapat diartikan sebagai kasus infeksi yang terjadi hanya melibatkan masyarakat setempat. Dengan kata lain, warga dapat terinfeksi SARS Cov-2 tanpa bepergian ke luar daerah. Sebagaimana deretan kasus belakangan ini. ‘’Alhamdulillah penambahan itu berdasarkan hasil tracing yang baik,’’ ujarnya.

Indikatornya, penambahan kasus pasien nomor 15 yang terkonfirmasi positif Sabtu lalu (4/7) merupakan warga Banjarejo, Taman. Pasien perempuan berusia 43 tahun itu merupakan istri dari pasien 08 (pegawai PT Pertamina) yang kini telah dinyatakan sembuh. Dipastikan pasien 15 tertular suaminya yang diketahui bertugas di Bojonegoro itu.

Mundur ke belakang, pasien 08 dinyatakan positif terinfeksi SARS Cov-2 pada 26 Juni lalu. Selang satu pekan -tepatnya 3 Juli lalu- dua anak dari pasien 08 yakni pasien 13 dan 14 terkonfirmasi positif Covid-19. IDI menandai, mulai terdeteksinya pasien 08 menunjukkan adanya sedikit kelonggaran pemerintah dalam mengawasi warga dari luar kota. Apalagi keluarga terdekat yang kontak erat turut terinfeksi. ‘’Mulai pasien 08 itu sudah menunjukkan kita longgar,’’ sebutnya.

Dengan demikian, terjadi penambahan empat kasus baru di Kelurahan Banjarejo hanya dalam delapan hari. Sementara di Kelun dalam rentang lima hari (28 Juni-3 Juli) terdapat tiga kasus baru. Dimulai terdeteksinya pasien nomor 10 dan 11 yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) sepulang dari Surabaya. Pasien 10 merupakan laki-laki 55 tahun yang bekerja di Surabaya. Sedangkan pasien 11 perempuan 49 tahun dinyatakan terinfeksi korona setelah datang berkunjung ke tempat kerja suaminya di Surabaya. Si istri itu membawa serta dua anaknya ke Kota Pahlawan. Satu di antaranya yakni pasien nomor 12 dinyatakan positif terinfeksi SARS-Cov-2. ‘’Jika beberapa waktu lalu yang menjadi momok kedatangan dari Temboro, sekarang dari Surabaya,’’ bebernya.

Tauhid menegaskan, transmisi lokal merupakan penyebaran paling bahaya. Namun, yang tertulari di kota ini merupakan orang atau keluarga yang jelas-jelas kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. IDI juga mengapresiasi gerak cepat TGTPP Covid-19 Kota Madiun dalam mendeteksi kasus baru melalui tracing akurat. ‘’Transmisi lokal masih minim, itu pun yang kontak erat. Asalkan gerak cepat, insya Allah tidak menyebar,’’ tuturnya.

Pada sisi lain, IDI menilai adanya berbagai kasus baru dari luar kota menunjukkan kota ini semakin terbuka. Orang-orang bebas keluar masuk. Termasuk dari Surabaya yang sampai kini masih mendominasi kurva sebaran korona di Jatim.  ‘’Semua kasus baru itu adalah black zone yang harus diwaspadai,’’ ungkapnya.

Tauhid menyebut, kelonggaran itu terjadi setelah Kota Madiun ditetapkan sebagai zona hijau. Sejak itu, kasus baru mulai bermunculan. Karenanya, intervensi berbasis lokal yang telah diterapkan pemerintah wajib ditingkatkan. Optimalisasi peran RT dan RW merupakan upaya paling ampuh untuk mendeteksi kedatangan orang dari luar wilayah. ‘’Harus terus ditingkatkan, harus tegas. Orang dari luar kota wajib diisolasi 14 hari. Minimal di-rapid test jika memungkinkan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Tracing Ketat demi Mengejar Data Akurat

INTERVENSI berbasis lokal bakal digalakkan kembali. Pemkot tak akan mengendurkan pencegahan sebagaimana telah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Setidaknya bakal dilakukan sterilisasi berkala di lingkungan tempat tinggal pasien minimal dua hari sekali. Tracing (pelacakan) pun diperketat demi mengejar data akurat. Karantina diberlakukan bagi setiap orang yang terdeteksi kontak erat dengan pasien. ‘’Pendataan di tingkat RT/RW bagi pendatang akan terus kami galakkan,’’ kata Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah.

Pada sisi lain, Aflah tidak sependapat dengan penyebutan transmisi lokal karena kasus baru itu berdasarkan hasil tracing. Dia menegaskan, baru disebut transmisi lokal jika ada kasus baru di luar tracing yang terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Kasus baru ini merupakan hasil tracing sehingga tidak bisa dikatakan transmisi lokal,’’ ungkapnya.

Wali Kota Madiun Maidi meyakini kota yang dinakhodainya sejatinya masih berstatus hijau. Artinya, tidak ada warga Kota Madiun yang terinfeksi korona. Pasien yang dirawat di ruang isolasi atau pasien terkonfirmasi Covid-19 berasal dari luar kota. ‘’Kota Madiun itu hijau, yang kena virus tidak ada,’’ kata Maidi.

Dari rekapitulasi data, mengarah bila seluruh pasien tertular dari luar kota. Maidi bakal melakukan pengetatan terhadap orang yang berasal dari luar daerah. Dia menegaskan seluruh orang dari luar daerah wajib menjalankan prosedur karantina selama 14 hari. Bahkan dia mengklaim orang dari luar akan di-rapid test. ‘’Kota itu dari daerah, masuk. Kebetulan sakitnya di Kota Madiun, ini susah,’’ ujar mantan sekda tersebut.

Sterilisasi wilayah juga tetap dilakukan dengan penyemprotan disinfektan secara berkala. Mulai fasilitas publik maupun di lingkungan tempat tinggal pasien. ‘’Itu menjadi penanganan bersama,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close