Penuh Sesak Hotel Berbintang, Eksistensi Hotel Kecil Terancam

447

MADIUN – Masuknya Ibis Hotel makin memperketat persaingan usaha tempat penginapan di Kota Madiun. Ibis yang merupakan jaringan grup perhotelan Perancis, Accor itu bakal menjadi pesaing Aston. Karena sama-sama hotel berstatus bintang empat. ’’Kami sejak awal memang merekomendasikan kepada pihak Ibis untuk bermain di bintang empat, kalau bintang tiga mengancam hotel-hotel lainnya,’’ kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun Aris Suharno kemarin (7/4).

Sebenarnya, kata dia, sebelum Ibis masuk ada dua hotel lain yang terimbas pada turunnya okupansi hotel di Kota Karismatik. Terutama hotel berstatus bintang dua. Seperti halnya Hotel Merdeka dan Kartika Abadi. Dua hotel yang sudah lama bercokol itu okupansinya anjlok.

Karena posisinya sudah tersudut sejak masuknya Amaris, The Sun Hotel dan Fave Hotel. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur sepanjang tahun 2018 lalu tingkat hunian hotel di Kota Madiun rata-rata hanya di kisaran 57,07 persen. Bahkan, pada 2017 sebelumnya hanya 51,10 persen. ‘’Kalau rate hotel bintang tiga, banyak hotel yang akan kolaps nanti,’’ ujar Aris.

Dia mengatakan, persaingan hotel di Kota Madiun sudah tidak bisa dikontrol. Jumlah hotel di Kota Karismatik kini sudah mencapai 33 unit. Bahkan, belakangan tersiar kabar ada jejaring grup perhotelan berbintang yang ingin menenamkan modalnya di Kota Madiun. Hanya mereka masih mencari lahan yang tepat untuk mengembangkan unit bisnisnya tersebut. ’’Kalau bisa setelah Ibis, sudah tidak ada hotel lainnya lagi yang masuk,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, berdasar data dari DPMPTSP manajemen Ibis bakal menginvestasikan modalnya sebesar Rp 80 miliar di Kota Madiun. Hotel itu akan dibangun empat lantai di Jalan H Agus Salim. ’’Pada tanggal 11 April nanti sudah mulai ground breaking,’’ ungkap Aris. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here