Penipu Ibu-Ibu Belanja Kena Batunya

55

MADIUN – Warga Kota Madiun dihebohkan video amatir yang menayangkan dua pelaku kejahatan yang dihajar massa. Lokasinya berada di kawasan pusat perbelanjaan di Jalan Pahlawan. Penangkapan dilakukan lantaran keduanya diduga melakukan penipuan dengan sasaran ibu-ibu yang sedang berbelanja.

Siapa identitas masing-masing orang yang dihajar di video tersebut akhirnya terungkap, Kamis (12/7). Di hadapan awak media, Kapolsek Kartoharjo Kompol Eddy Siswanto membeberkan bahwa yang ditangkap warga itu merupakan dua pelaku penipuan. Hasil pemeriksaan, saat beraksi di Kota Madiun, sebenarnya berjumlah tiga orang. Namun, seorang berhasil kabur. ’’Yang aktornya itu berstatus DPO (daftar pencarian orang, Red),’’ katanya.

Identitas dua pelaku yang ditangkap itu masing-masing Dhanil Chin An, 40, warga KP Sangiang, Periuk Jaya, dan Tedy Abdul Murod, 38,  warga Cibodas, Tangerang Baru, Banten. Pada 23 Maret lalu, komplotan penipu ini menyasar korban di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kawasan Jalan S. Parman. ’’Sudah mengakui, target sasarannya ibu-ibu yang sedang berbelanja,’’ jelas Eddy.

Kronologinya, kata dia, awalnya Dhanil mendatangi korban. Di hadapan korban, pelaku menyaru sebagai warga negara Brunei Darussalam. Keberadaannya di Kota Madiun untuk berbisnis barang antik. Korban yang sedang belanja itu lantas terlibat obrolan. Bersamaan dengan itu, salah seorang pelaku menunjukkan batu merah delima. ’’Saat terlibat percakapan, datang tersangka lainnya (Tedy, Red) dan bersikap tidak saling kenal,’’ ujarnya.

Dhanil dan Tedy seolah tidak saling kenal. Dalam percakapan selanjutnya, Tedy mengatakan jika korban sedang terkena guna-guna. Selanjutnya, Tedy ingin menyembuhkan. ’’Perantaranya pakai telur ayam kampung dan batu merah delima, lalu tersangka meminta korban untuk membeli telur. Sedangkan anaknya korban (saksi) disuruh beli air mineral,’’ jelasnya.

Korban yang sudah termakan ucapan manis tersangka akhirnya menuruti permintaan tersangka. Keduanya lantas digiring ke salah satu mal.  Lokasinya bersebelahan dengan TKP. Di areal food court itulah, tersangka meminta korban melucuti perhiasan beserta handphone. ’’Setelah itu korban beli telur 27 butir, dan barang-barang berharaga itu dititipkan ke putrinya. Saat korban pergi, tersangka meminta saksi membeli air mineral dan barang dititipkan ke pelaku,’’ terangnya.

Pasca itu, para pelaku menghilang. Kasus itu juga dilaporkan ke polisi. Tak berselang lama, tepatnya 11 Juli, para korban bertemu dengan pelaku. Lokasinya berada di kawasan pusat perbelanjaan di Jalan Pahlawan. Korban lantas meneriaki maling. Bahkan, korban sempat memegangi lengan tersangka. Sebelum akhirnya kedua diamankan sekuriti. Tampak dalam video yang viral, memang para pelaku menjadi sasaran amuk massa. Dua kaki salah seorang pelaku juga tampak terluka parah. Informasinya, kakinya patah lantaran meloncat pagar. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here