Penilaian Raja Okto, Antusiasme Warga Kota Madiun Terbaik Selama Gelaran Tour de Indonesia

43
MOMEN SPESIAL: Wali Kota Maidi memberi kejutan kepada Raja Sapta Oktohari (jetya PB ISSI) dan Frederic Manye (Spech Director World Cycling Center) untuk naik ke atas dadak merak.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Antusias warga Kota Madiun menjadi yang terbaik. Itu catatan dari Raja Sapta Oktohari, ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) atau Presiden Off ICF, selama gelaran event Tour de Indonesia 2019. ’’Kalau ada perlombaan suporter Tour de Indonesia, saya pikir Kota Madiun yang terbaik. Antusias seperti ini harus disebarkan di seluruh Indonesia. Antusias masyarakatnya sangat luar biasa,’’ kata Raja Okto dalam sambutannya di hadapan Wali Kota Madiun Maidi dan Spech Director World Cycling Center Frederic Manye sebelum pemberangkatan etape kedua.

Bahkan, kata dia, kemeriahan sambutan warga itu terasa saat memasuki Kota Madiun usai merampungkan etape pertama yang finis di Ngawi. Kemeriahan itu menurutnya dapat membangkitkan semangat atlet dari 23 negara yang turut serta dalam event tahunan itu. Apalagi para atlet bakal melanjutkan di etape kedua dengan track yang lebih menantang. ’’Tentunya sambutan dan antusias ini menjadi semangat tersendiri bagi para atlet,’’ ujarnya.

Sejak pagi, alun-alun Kota Madiun dipadati oleh pembalap sepeda dan warga yang turut menyaksikan kemeriahan event Tour de Indonesia 2019 kemarin (20/8). Warga juga ingin melihat langsung pemberangkatan para atlet dunia di etape kedua yang start dari alun-alun Kota Madiun menuju Kota Batu. Menempuh jarak 157,7 kilometer. ’’Kami ucapkan pada Pak Wali (Maidi, Red). Beliau itu orang baru tapi wajah lama, jadi tidak susah untuk menjelaskan apa itu Tour de Indonesia,’’ ungkapnya.

Selain antusiasme warga, para pembalap muda dari Kota Madiun juga turut menyaksikan event tersebut. Naufal Farhan, Atila Lazuardi, dan Danilo Amika misalnya. Tiga pembalap dari tim Banjarejo Road Bike (BRB) Madiun binaan ISSI Kota Madiun itu turut mengenakan jersey lengkap dan sepeda. ’’Kami ingin belajar dari pembalap dunia,’’ kata Atila Lazuardi.

Terpisah, tim pelatih Timnas Indonesia Rudi Dwi Anwar di sela kesibukan jelang persiapan berharap kedatangan para atlet dapat memantik semangat bagi atlet lokal. Dia menyebut nama Ferinanto, atlet asal Kota Madiun, pernah mengibarkan bendera merah putih dalam kancah internasional. Ferinanto menjadi jawara etape 6 Speedy Tour de Indonesia 2010. ’’Semoga lahir kembali generasi Ferinanto selanjutnya yang tentunya membawa nama baik Kota Madiun,’’ harap Rudi.

Dia menjelaskan, pemerintah kota (pemkot) setempat telah mengetahui cara bagaimana melahirkan atlet. Terpenting adalah konsistensi melatih dan mendukung penuh atlet. Baik dukungan pembinaan maupun infrastruktur. ’’Semoga menjadi inspirasi bagi atlet Kota Madiun. Mari bangkit, kami menantikan hal itu,’’ serunya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Madiun Maidi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersedia singgah di Kota Pendekar. Kebahagiaan tak terkira diutarakannya. Sebab, dengan kedatangan atlet hebat tingkat dunia itu dapat menjadi cambukan tersendiri untuk bangkit dari tidur panjang. ’’Luar biasa, dan kami berkomitmen untuk mencetak atlet luar biasa,’’ kata Maidi.

Maidi turun langsung mengibarkan bendera start tanda pemberangkatan bagi 90 pembalap dari 18 tim di 23 negara itu menjalani etape kedua. Sorak penonton menggema di seluruh area tatkala para pembalap menggenjot pedal sepeda. ’’Selamat bertanding, selamat melanjutkan etape kedua. Setelah ini kami akan lakukan beberapa langkah untuk melakukan pembinaan para atlet balap sepeda dari kota kita tercinta,’’ ucapnya. (mgd/kid/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here