Pengusutan Korupsi Dana Hibah: PUAP Macet di 43 Gapoktan

645

PACITAN – Sudah selayaknya jika Kejaksaaan Negeri (Kejari) Pacitan mengusut dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dana hibah program usaha agribisnis pedesaan (PUAP). Sebab, dinas pertanian (distan) setempat juga menemukan masalah pengelolaan dana di beberapa gabungan kelompok tani (gapoktan).

Kepala Distan Pacitan Pamuji mengatakan dana hibah PUAP dikelola masing-masing gapoktan. Menurut dia, ada yang bagus pengelolaannya dan bisa berkembang. ‘’Namun, ada juga yang kurang bagus, mungkin macet di berbagai kelompok,’’ kata Pamuji, Selasa (18/9).

Pamuji menyebut, kondisi (macet) tersebut hanya terjadi di sekitar 25 persen dari 171 gapoktan penerima hibah. Itu pun, lanjut dia, tidak macet total. Melainkan perkembangannya lambat. Penyebabnya, cara penetapan jasa berbeda di masing-masing gapoktan. Di antaranya perdagangan dan pengolahan hasil pertanian. ‘’Ada juga yang belum digunakan karena bingung mengembangkan usaha. Sehingga, untuk simpan pinjam,’’ ungkapnya.

Pamuji berharap dana hibah PUAP tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tidak sekadar menunggu pembinaan untuk memulai pembentukan dan pengembangan usaha. Pasalnya, hibah tersebut jadi modal kerja gapoktan. Harapannya, untuk mumbuhkan usaha agrobisnis di desa atau kelurahan. ‘’Kelompok harus melakukan upaya agar (hibah PUAP, red) bisa bermanfaat bagi mereka,’’ tegasnya.

Pamuji menybut dana hibah PUAP mencapai Rp 17,1 miliar. Setiap gapoktan di masing-masing desa dan kelurahan menerima Rp 100 juta. Jika terjadi kemacetan hingga 25 persen, artinya dana bantuan sekitar Rp 4 miliar belum dimanfaatkan dengan baik. ‘’Ada yang berkembang bagus dengan pendapatan mencapai Rp 300 juta,’’ imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pelan tapi pasti  Kejari Pacitan  bergerak mengusut perkara tipikor PUAP. Sejumlah anggota gapoktan dari Desa Mangungharjo, Arjosari, Pacitan, telah diperiksa sebagai saksi. Kajari Pacitan Adji Ariono memberikan target waktu pengungkapan paling lama hingga Senin (24/9) mendatang. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here