Pengusaha Abal-Abal Tipu Dua Perempuan Kejuron

11

MADIUN – Bergaya perlente ditunjang kemampuan berkomunikasi menjadi modal Daniel Wawan memperdaya korbannya. Warga Lampung Selatan ini sukses memperdaya dua perempuan Kota Madiun. Bahkan REO, salah seorang korbannya, bak ATM berjalan hingga uang puluhan juta berpindah tangan. ‘’Korbannya ada dua, sama-sama warga Kota Madiun,’’ kata Kaur Humas Polres Madiun Kota Aiptu Mashudi.

Daniel sukses meyakinkan REO, janda 35 tahun ini, untuk mendapatkan duit darinya. Pria 35 tahun itu mengaku sebagai pengusaha distributor handphone pabrikan China asal Jakarta. REO yang percaya dengan casing Daniel rela menyerahkan duit Rp 31.724.000. Versi korban, duit itu diberikan untuk modal membuka kantor cabang di Kota Madiun. ‘’Korban ditawari sebagai kepala cabang dan mengajaknya bertemu agar lebih meyakinkan,’’ terang Mashudi.

Tak hanya diajak bisnis bareng, pengusaha abal-abal itu juga mengeluarkan jurus pemungkas untuk merontokkan hati REO. Pria bertubuh subur itu menjanjikan menikahi REO sembari menjalani bisnis bareng. REO langsung terbuai rayuan gombal tersangka. Hingga REO bersedia menuruti permintaan tersebut. Demi mendapatkan uang dalam waktu singkat, REO terpaksa menggadaikan sejumlah perhiasan dan kendaraan roda dua. ‘’Tersangka juga meminjam KTP korban untuk mengambil kredit sepeda motor, dan tersangka ini tidak pernah mengurus surat nikah,’’ katanya.

Kecurigaan muncul saat bisnis yang dijanjikan tersangka tidak terwujud. Belum lagi janji untuk segera dinikahi tak ditepati. Alih-alih mengurus administrasi pernikahan, Daniel mendadak sulit dihubungi dan menghilang bak ditelan bumi sejak Oktober tahun lalu. ‘’Tersangka ditemukan korban sedang bersama kekasih barunya di Karanganyar, dan langsung kami amankan jam dua pagi,’’ beber Mashudi.

Daniel diamankan petugas pada akhir Februari lalu. Saat bersamaan (28/3), datang DD, korban penipuan Daniel lainnya. DD tak lain tetangga kos Daniel. REO dan DD rupanya sama-sama asal Kejuron, Taman. DD melaporkan Daniel membawa kabur uang miliknya sebesar Rp 5 juta. ‘’Kalau yang kedua ini, modusnya tersangka bertindak sebagai pemberi modal usaha,’’ ungkap Mashudi.

DD menyerahkan duit Rp 5 juta sebagai modal tambahan untuk bisnis di Kota Madiun. ‘’Tersangka hanya minta Rp 5 juta ke korban untuk modal. Uang itu itu tidak dibuat bisnis, tapi untuk kebutuhan pribadi seperti membayar kredit sepeda motor tersangka,’’ ujarnya.

Akibat kejadian itu, tersangka terancam melabrak pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara lebih dari lima tahun. Mashudi mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama pada orang tak dikenal. ‘’Diselidiki dulu kebenarannya, jangan langsung percaya. Karena sekarang trennya pidana itu penipuan,’’ ungkapnya. (mg2/c1/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here