Pengungsi Palu Terus Mengalir

66

PONOROGO – Korban selamat dari bencana Palu yang mengungsi ke Ponorogo terus mengalir. Data dinas sosial (dinsos) setempat, dari sebelumnya tercatat 36 jiwa, menjadi 38 jiwa. ‘’Kami data ulang agar lebih valid,’’ kata Kasi Bencana Alam dan Sosial Dinsos Ponorogo Suyadi saat meninjau pengungsi Palu, Selasa (9/10).

Perinciannya, 33 jiwa adalah warga Desa Baosan Lor dan satu jiwa warga Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun. Kemudian ada empat jiwa  warga Desa Koripan, Kecamatan Bungkal. Menurut dia, data tersebut tidak menutup kemungkinan bertambah. ‘’Bisa jadi nanti bertambah. Saat ini kami sedang menyisir,’’ ujarnya.

Dinsos juga bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan berupa paket sandang, selimut, beras, dan peralatan makan diberikan untuk masing-masing kepala keluarga. ‘’Ini sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban kami kepada para korban,’’ ungkapnya.

Suyadi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka. Mengingat para korban hanya pulang dengan pakaian yang melekat di badan. Tidak hanya bantuan materiil, bantuan moril juga dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi psikologis mereka.

Pihaknya bakal mengusahakan penyaluran bantuan lagi untuk tahap selanjutnya. Kendati demikian, masih perlu persiapan. ‘’Paling penting data, dan nanti coba kami tindak lanjuti untuk penyaluran bantuan di tahap berikutnya,’’ ucapnya.

Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Ponorogo turut meninjau lokasi dan kondisi para korban. Pun menyalurkan bantuan bahan makanan. Ini sebagai langkah awal untuk membantu para korban. ‘’Kami ikut meninjau dan melakukan pendataan,’’ kata staf PMI Ponorogo Nur Amin.

Suprapto, 42, salah seorang korban selamat, beruntung dapat kembali ke tanah kelahirannya. Meskipun hanya membawa dokumen kependudukan dan pakaian seadanya. ‘’Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami,’’ ucapnya.

Di Palu dia jadi pedagang hasil pertanian. Dia pula yang mengajak warga Desa Baosan Lor lainnya mengadu nasib di Palu. Sedikitnya 30-an pekerjanya berasal dari desa setempat selamat. ‘’Terakhir satu orang kembali dengan selamat,’’ tuturnya.

Dia memastikan semua pekerjanya selamat. Itu setelah dua hari pascabencana dia mencari pekerjanya untuk berkumpul di pengungsian. Harapannya dapat kembali ke kampung halaman bersama. ‘’Tapi ternyata kembali ke sini tidak bersamaan, ada yang lewat udara, ada pula yang lewat darat dan laut,’’ jelasnya. (mg7/c1/sat) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here