Pengintegrasian Pasar Baru-Pasar Sayur Masih Abu-Abu

100

MAGETAN – Seperti apakah pengembangan Jalan Yos Sudarso, Magetan? Hingga kini konsep pengintegrasian antara Pasar Baru Magetan dan Pasar Sayur Magetan masih abu-abu.

Apakah disulap layaknya kawasan Malioboro, Jogjakarta yang dipenuhi pedagang kaki lima (PKL), atau seperti Jalan Braga, Bandung, yang bersih dari PKL. Memasuki bulan ketiga tahun ini pun, masih belum ada kegiatan di sepanjang jalan tersebut. ’’Yang jelas kami akan memperbaiki trotoarnya,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Hergunadi.

Untuk memperbaiki trotoar itu, Hergunadi sudah menyiapkan anggaran hingga Rp 2 miliar. Sudah lima tahun lebih, trotoar di dalam kota itu tidak disentuh perbaikan. Tak hanya diperbaiki kondisinya, tapi akan dilebarkan. Hanya 15 sentimeter, supaya kendaraan tetap bisa parkir. Maklum, Jalan Yos Sudarso memang sempit dan tidak mungkin dilebarkan lagi. ’’Kalau pedestrian bagus, perekonomian akan jalan,’’ ujarnya.

Hergunadi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Magetan untuk menambahkan bangku di trotoar tersebut. Sehingga, pengguna jalan yang lelah bisa duduk beristirahat di sana. Pot bunga yang ada di sana juga akan diganti. Bukan pot bunga ekstrabesar seperti yang sekarang eksis. Melainkan kecil yang lebih elegan. ’’Akan ditata ulang. Seperti Jalan Braga di Bandung,’’ tegasnya.

Jika trotoar Jalan Yos Sudarso dikonsep bersih dari PKL, lantas bagaimana dengan keberadaan PKL di sana? Tak banyak memang PKL-nya. Hanya ada beberapa pegadang yang menggelar lapak. Mulai penjual topi, emas, hingga tempe. Mereka berjualan mulai pagi hingga siang. Mengandalkan para pengguna jalan yang barangkali mampir. ’’Mesti dicarikan ruang, karena di sana bersih dari PKL,” ungkapnya.

Jika trotoar bersih dan dipasangi bangku, Hergunadi percaya akan banyak aktivitas tumbuh di sana. Salah satunya kesenian jalanan yang akan mewarnai trotoar tersebut. Orang-orang yang datang ke Magetan akan nyaman tentunya jika tak ada PKL yang memenuhi trotoar. Warga akan lebih mudah berbelanja di toko. “Kalau PKL tetap di sana, pembeli akan bingung,” terangnya.

Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Disperkim Kabupaten Magetan Rudy Subagyo mengatakan, Jalan Yos Sudarso yang menjadi penghubung antara Pasar Baru Magetan dan Pasar Sayur Magetan itu akan dikonsep layaknya Jalan Malioboro, Jogjakarta. Selain pertokoan, juga akan dihadirkan PKL di sepanjang trotoar. ‘’Tahun ini mulai dilaksanakan,” ucapnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here