Penggantian TKD Klitik Dinilai Kelewat Lamban, Warga Ancam Gelar Aksi Lagi

33
TAK KUNJUNG KLIR: Warga Desa Klitik saat ngeluruk kantor bupati awal Juli lalu.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Polemik tukar guling tanah kas desa (TKD) Klitik, Geneng, tak kunjung berakhir. Warga yang pro kepala desa (kades) lama berniat menggelar aksi unjuk rasa lagi untuk mendesak pemkab segera melanjutkan proses penggantian lahan TKD terdampak proyek tol. ‘’Jika sampai pertengahan bulan depan tidak ada kejelasan, kami akan demo lagi,’’ kata mantan kades Klitik Jumirin Minggu (25/8).

Jumirin menilai proses penggantian lahan TKD Klitik berjalan kelewat lamban. Bagaimana tidak, sejak usulan lahan pengganti diajukan lebih dari setahun lalu, hingga saat ini pemkab belum memberikan kepastian apakah usulan itu ditolak atau disetujui untuk dilanjutkan ke pemprov. ‘’Kami tunggu kepastian dari pemkab bagaimana sampai tiga minggu ke depan,’’ ujarnya.

Saat aksi unjuk rasa pertama awal Juli lalu, Jumirin memang tidak dapat mengawal langsung kelanjutan proses tukar guling itu. Begitu pula ketika para pendukungnya diundang dalam focus group discussion (FGD) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo beberapa hari lalu. ‘’Tapi, saya sudah dapat informasinya dari warga yang ikut ke sana (UNS, Red),’’ ungkapnya.

Menurut Jumirin, sudah tidak ada lagi alasan pemkab menunda untuk merekomendasi lahan pengganti yang diajukan itu ke pemprov. Sebab, informasi yang dia terima, pihak UNS menyatakan langkah pemerintah desa sudah benar. ‘’Mestinya pemkab segera melanjutkan (ke pemprov) sesuai kewenangannya. Jangan ditunda-tunda,’’ ucap Jumirin.

Sementara itu, Kepala DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno maupun Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Tri Widiyanto belum bisa memberikan tanggapannya terkait rencana warga tersebut. Termasuk kejelasan proses penggantian lahan TKD Klitik terdampak proyek jalan tol.  Keduanya belum bisa dihubungi melalui sambungan telepon Radar Ngawi kemarin. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here