Pengganti 10 Bakal CPNS Masih Gelap

251

MEJAYAN – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun sedang bimbang. Pendiskualifikasian 10 bakal calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 berdampak langsung pada berkurangnya jatah kuota pegawai. Sementara, Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum memberikan kepastian ada tidaknya penggantian atas peserta yang dicoret tersebut. ‘’Pengurangan ini tidak kami harapkan,’’ kata Sekretaris BKD Kabupaten Madiun Sigit Budiarto kemarin (15/2).

Sigit berniat mengonsultasikan permasalahan itu ke BKN. Ada pengurangan kuota secara bertahap seiring pelaksanaan rekrutmen. Jatah 349 formasi yang ditentukan pemerintah pusat hanya terisi 331 saat pendaftaran.

Kekosongan 18 formasi terdiri dokter spesialis dan disabilitas tidak ada pendaftar. Mayoritas terbentur persyaratan usia sebelum akhirnya ada pengurangan karena problem akreditasi program studi (prodi) pada tahap pemberkasan. ‘’Kami akan berkirim surat terkait kondisi ini,’’ ujarnya.

Dia menyebut, pengurangan bakal CPNS pada tahap pemberkasan tidak hanya terjadi di Kabupaten Madiun. Sejumlah daerah lain di Jawa Timur mengalami persoalan serupa. Mereka juga harap-harap cemas. Meraba-raba atas langkah yang bakal diambil. Sebab, berkaitan pada regulasi yang bisa dijadikan pegangan dalam menentukan penggantian peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) itu.

Namun demikian, pihaknya tidak menuntut seperti ketika ada pengurangan besar-besaran imbas standar tinggi nilai seleksi kompetensi dasar (SKD). ‘’Kami serahkan sepenuhnya ke BKN,’’ ucap Sigit kepada Radar Mejayan.

Konsultasi dengan BKN, kata dia, bakal dilaksanakan usai proses verifikasi dan validasi (verval) pemberkasan bakal CPNS dari daerah rampung. Proses itu ditarget tuntas bulan ini. Dia menampik ketika disinggung koordinasi urung dilakukan karena ada klarifikasi dari beberapa peserta yang dinyatakan TMS. Menurutnya, dua hal tersebut berbeda persoalan. ‘’Kami ikuti tahapan yang sudah dibuat BKN dan panselnas (panitia seleksi nasional, Red),’’ tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, 10 dari 331 bakal CPNS Kabupaten Madiun harus gigit jari. Kelulusan mereka dari hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) rekrutmen CPNS 2018 dibatalkan. Peserta TMS dari pelamar guru, perawat, apoteker, dan penyuluh sosial itu tidak bisa membuktikan kebenaran atas akreditasi prodi yang dikantongi. (cor/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here