Pengerjaan 16 Proyek Tunggu Selesainya Pemilu

35

MADIUN – Sebanyak 16 proyek peningkatan jalan harus dituntaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun tahun ini. Namun, hingga triwulan pertama belum ada tanda-tanda kegiatan tersebut digeber. Kondisi itu membuat tingkat kerusakannya semakin parah hingga membahayakan para pengguna jalan.

Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Heru Sulaksono menyebut belasan proyek peningkatan yang terdiri kuantitas dan kapasitas itu sudah masuk layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Proses lelang dengan rekanan pelaksana juga sudah tuntas bulan lalu. Namun, eksekusi pengerjaannya masih menunggu selesainya Pemilu 2019. ‘’Meski tertunda tapi tidak akan mengganggu target penyelesaian di akhir tahun,’’ katanya kemarin (7/4).

Belasan kegiatan itu tersebar di tujuh kecamatan. Yakni, Belerejo, Saradan, dan Wungu. Juga Pilangkenceng, Dagangan, Kare, dan Sawahan. Total bujet mencapai Rp 26 miliar. Perinciannya tujuh kegiatan berbiaya Rp 1 miliar dan enam kegiatan Rp 2 miliar. Tertinggi peningkatan ruas jalan Segulung–Suluk Rp 3,5 miliar dan Krokeh–Batas Magetan Rp 2,5 miliar. ‘’Sebagian adalah kelanjutan proyek tahun lalu,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Heru menyatakan, peningkatan kapasitas atau pelebaran jalan dari lebar lima meter menjadi tujuh meter. Sedangkan peningkatan kuantitas melapisi aspal atau pembetonan dari sebelumnya makadam atau berwujud tanah. Kedua opsi itu bergantung struktur lapisan tanah. Salah satu ruas yang harus dibeton adalah Duren dan Kenongorejo, Pilangkenceng. ‘’Kalau diaspal biasa mudah rusak,’’ ujarnya.

Di luar 16 kegiatan tersebut, DPUPR tetap mengakomodasi pemeliharaan jalan rusak lainnya. Target pelaksanaannya dimulai akhir bulan ini hingga bulan depan. ‘’Sebab awal Juni sudah dipakai pengguna jalan untuk arus mudik Lebaran,’’ kata Heru. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here