Pengendara Motor Tewas Disasak Truk Tangki

98

PONOROGO – Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri sudah sepantasnya disebut sebagai jalur tengkorak. Lagi-lagi nyawa melayang di ruas antar dua kabupaten itu. Kemarin (3/4) sekitar pukul 16.00, Nanik, 40, warga Blembem, Jambon, meregang nyawa di kilometer 4-5 Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri. Tepatnya di Desa Karanglo Lor, Sukorejo. Nyawanya tak terselamatkan usai disambar truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM). ’’Berusaha menyalip truk, tapi serempetan dengan truk yang datang dari arah berlawanan,’’ ungkap Budi Sudarsono, saksi mata kejadian.

Budi mengatakan, nahas sore hari itu terjadi saat lalu lintas tak begitu padat. Nanik dibonceng Imam Mahmudi, 37, warga Krebet, Jambon. Mengendarai sepeda motor matik berpelat AE 6946 WT. Keduanya merupakan pekerja bangunan di proyek plengsengan Sungai Sekayu. ’’Ceritanya mau nyalip, ternyata ada truk juga,’’ lanjutnya.

Di lokasi kejadian, Imam berusaha menyalip truk di depannya yang juga dari arah timur. Sayangnya, Imam gagal menyalip dengan selamat. ’’Waktu menyalip terlihat oleng, akhirnya terkena truk dari seberang. Yang perempuan langsung meninggal dunia, pengendaranya kritis,” ujarnya.

Di lain pihak, Didik Muryanto, 37, asli Nganjuk sopir truk tangki Nopol E 9328 YB mengaku tak dapat menghindar sepeda motor Imam dan Nanik lantaran jarak yang sudah terlalu dekat. Sehingga usaha mengurangi laju kecepatan tak membuahkan hasil. Hingga menabrak keduanya. ’’Sepeda motor menyalip kena truk di depannya kemudian kena truk saya,” kata Didik.

Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo Iptu Badri menambahkan, kendaraan Imam dan Nanik usai gagal menyalip langsung disambar truk tangki dari arah berlawanan. Truk berplat E 9328 YB itu dikemudikan Didik Nuryanto, 37, warga Desa Balongpacul, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Sebab, jarak terlampau dekat. ’’Dari hasil olah TKP, kedua kendaraan melaju sama kencangnya. Sekitar 40 kilometer per jam,” beber Badri.

Nanik, lanjut Badri, tewas di lokasi akibat luka parah di kepala. Sementara Imam, menderita luka patah tulang di bahu kanan dan sejumlah luka robek. Dia dilarikan ke RSU Muhammadiyah untuk mendapatkan perawatan. “Penyebabnya akibat faktor manusia, pengendara sepeda motor (Imam) sewaktu menyalip kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas,” ujarnya.

Atas kejadian itu pihaknya mengimbau seluruh pengendara agar waspada. Terutama saat menyalip kendaraan dari arah yang sama. ‘’Jika menyalip, perhatikan aturan lalu lintas. Pastikan di arah berlawanan tidak ada kendaraan yang melintas. Juga perhatikan garis markah,’’ ucapnya. (naz/mg7/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here