Pengendara Melintas di Panglima Sudirman Disuguhi Debu Beterbangan

112

MADIUN – Debu-debu beterbangan di Jalan Panglima Sudirman, Mejayan. Banyak pengendara motor yang terpaksa mengangkat sebelah tangannya menutupi muka. Setiap laju kendaraan besar menyibak pasir dan kerikil di jalan nasional itu. ‘’Debunya terbang ke mana-mana. Banyak yang mengeluh karena mengganggu pernapasan,’’ tutur Slamet, 56, warga Desa Purwosari, Wonosari, Minggu (19/8).

Kondisi itu diprediksi masih akan berlangsung lama. Sampai pelapisan kerikil-semen itu benar-benar diaspal permanen oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jatim. Ada 12 titik kerukan di jalan sepanjang tiga kilometer dari depan Taman Mejayan Asti hingga pertigaan Buduran. Lebar pelapisan di lajur selatan itu variatif. Rentang terpanjang lebih dari 20 meter. Titik polusi terparahnya berjarak sekitar 100 meter sebelah barat SMKN 1 Wonoasri. ‘’Kerukan itu dulunya memang bergelombang,’’ ujarnya.

Sejumlah pekerja mengeruknya menggunakan ekskavator sekitar 11 hari lalu. Kerukan tersebut lantas diuruk dengan material. Setelah itu, tidak terlihat aktivitas perbaikan lanjutan. ‘’Paling hanya disemprot air setiap pagi dan sore. Tapi, tiga hari terakhir sudah tidak lagi,’’ ungkap Slamet.

Warga juga khawatir dengan batu kerikil. Batuan kecil berdiameter hingga dua sentimeter itu berpotensi terpental ke rumah di pinggir jalan. Meski, sepengetahuan Slamet, belum ada insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) imbas kerukan tersebut. Namun, dia mengaku sering dikagetkan gemuruh suara mirip benturan kecelakaan saat malam. Ternyata, efek dari beratnya muatan kendaraan ketika menggilas kerukan. ‘’Warga berharap segera diaspal,’’ tegasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 15 BBPJN VIII Jatim Novia Endhianata menyatakan, kerukan itu merupakan bagian dari teknik rekonstruksi cement treated base (CTB) pada jalan. Teknik itu diterapkan dengan pertimbangan kondisi jalan labil dan dilalui kendaraan berat. Rekonstruksinya meliputi perbaikan fondasi jalan dengan cara digali dan ditambal semen. Membutuhkan waktu tiga hingga tujuh hari agar semen mengeras. ‘’Karena itu, kami tidak langsung mengaspal jalan,’’ kata pejabat yang wilayah kerjanya di ruas jalan nasional Mantingan–Ngawi–Maospati–Ponorogo–Madiun–Caruban itu.

Endhi -sapaan Novia Endhianata- menyebut, ada 14 titik rekonstruksi CTB yang membentang dari Taman Mejayan Asti hingga pertigaan Buduran. Pihaknya telah menyicil penambalan bersamaan datangnya aspal dari Lamongan, Sabtu malam (18/8). Titik yang sudah mulai diaspal di depan taman. Dia menarget pelaksanaannya bisa diselesaikan hari ini. ‘’Target pengerjaannya tiga hari, mulai Sabtu sampai Senin,’’ ujarnya. (cor/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here