Pengembangan Wisata Gonggang Macet

94

MAGETAN – Sia-sia belaka master plan pengembangan kawasan wisata waduk Gonggang. Padahal sudah rampung dibuat Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Magetan 12 tahun silam. Konsepnya ada tambahan kegiatan kepariwisataan. ’’Memang belum pernah ditindaklanjuti setelah pembuatan master plan,’’ ujar Kabid Ekonomi dan Prasarana Wilayah Bappeda Magetan Sasongko Hari Prabowo.

Untuk merealisasikan wisata itu, lanjutnya, masih ada beberapa langkah yang harus dilalui. Harus dibuat studi kelayakan. Langkah ini bisa dikerjakan bappeda atau Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disprbud) Magetan. Kemudian, disparbud harus melanjutkan dengan pembuatan detail engineering design (DED). Baru kemudian action pembangunannya. Sayang, baru tahap I, sudah terhenti. ’’Karena regenerasi. Terkadang pergantian pejabat berdampak seperti ini,’’ jelasnya.

Meski sudah 12 tahun lamanya, diakui Sasongko master plan tersebut masih memungkinkan untuk dilanjutkan. Tanpa revisi terlebih dulu. Kondisi saat ini tidak ada yang berubah dari 2007 silam. Tak ada pembangunan di kawasan tersebut. Apalagi, dalam perda rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah (riparda), kawasan wisata waduk Gonggang juga sudah disebutkan. ’’Anggaran juga menjadi kendala. APBD Magetan sedikit dan harus dibagi-bagi untuk sektor lainnya,” paparnya.

Padahal, pemkab sudah membebaskan 64 hektare lahan penduduk. Tidak hanya dijadikan cekungan penampung air. Melainkan lahan mengelilingi waduk yang ditanami berbagai macam tegakan. Lahan itulah yang rencananya dikembangkan menjadi objek wisata. Bakal dibangun camping ground, kolam renang hingga guest house. Disana juga sudah dibentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) oleh balai besar wilayah sungai (BBWS) Bengawan Solo selaku pemilik aset. ’’Belum ada yang dibangun,’’ jelasnya.

Dikatakan Sasongko, pengembangan wisata di waduk Gonggang tidak bisa sembarangan. Sebab, harus menjaga kualitas air sesuai hasil studi kelayakan. Yakni penyediaan air minum bagi Kabupaten Magetan wilayah selatan. Bahkan, tanaman yang boleh ditanam tidak bisa asal. Terutama pada bagian hilir. Sebab, air akan mengikuti akar tanaman. ’’Fungsi utama waduk tidak boleh dikesampingkan jika nanti dikembangkan wisata,” katanya.

Dalam master plan tersebut, sudah di-plotting lokasi yang akan dikembangkan menjadi wisata. Sisi baratlah yang akan dikembangkan menjadi lokasi wisata. Bahkan, dulu sudah direncanakan bakal dibuat agrowisata dengan ditanami bernagai macam buah-buahan. Seharusnya, Disparbud segera menindaklanjuti master plan tersebut. Apalagi, berkasnya juga sudah diserahkan kepada disparbud. ’’Sangat potensi untuk dikembangkan,’’ jelasnya.

Akses menuju waduk itu tak sulit. Jalan yang dilalui sudah dipoles seluruhnya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan. Waduk itu juga memiliki dua gerbang. Bisa dijangkau lewat gerbang barat, melalui Kecamatan Poncol. Sedangkan gerbang timur bisa melalui Kecamatan Parang. “Yang perlu disentuh tinggal kawasannya. Akses kesana sudah mudah,” pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here