Pengembangan Pasar Baru Caruban Butuh Rp 2 M

68
PASAR WISATA: Bersamaan pemantauan kebutuhan pokok, Wabup Madiun Hari Wuryanto mencentuskan pengembangan lantai dua Pasar Baru Caruban (PBB).

MEJAYAN – Jalan yang harus dilalui mengembangkan lantai dua Pasar Baru Caruban (PBC) tidak sepenuhnya mulus. Dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdakop-UM) perlu berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) sebelum merealisasikan wacana memperluas dan menambah stan wahana permainan. ’’Kami ingin tahu tentang kekuatan bangunan,’’ kata Plt Kabid Pasar Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi Senin (10/6).

Agus menjelaskan, rapat koordinasi (rakor) dengan DPUPR untuk menguak sejauh mana kekuatan konstruksi pasar tradisional yang diresmikan enam tahun silam itu. Memungkinkan tidaknya kondisi bangunan saat ini diberi beban tambahan. Mengingat lokasi ruang terbuka di antara lantai satu dengan dua dengan area cukup luas. Pembahasan hal teknis tersebut penting demi faktor keamanan ribuan pedagang dan pembeli yang beraktivitas di dalamnya. ’’Banyak aspek teknis yang perlu ditinjau sebelum melangkah ke detail,’’ ujarnya.

Selain kekuatan bangunan, rakor yang disusul dengan peninjauan lapangan juga membuat proyeksi desain. Disperdakop-UM menaruh atensi terhadap sirkulasi udara. Sesuai rencana, ruang terbuka lantai atas itu bakal ditutup dengan lapisan beton. Bila tidak ada pertimbangan matang, hawa panas bakal terasa di pasar yang diisi 1.234 los dan kios tersebut. ’’Kami perkuat teknisnya sebagai landasan mengeksekusi,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Agus menyatakan, hasil kajian konstruksi bangunan memengaruhi terhadap nominal bujet yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Misalnya, ketika konstruksi bangunan pasar tidak sanggup menampung beban stan tambahan. Sehingga diambil langkah alternatif memperkuat fondasi dengan konsekuensi memperluas bentangan di bawahnya. Pembangunan fondasi baru yang lebih kuat itu diperkirakan bakal menggusur beberapa kios milik pedagang. ’’Selain dana bertambah, harus mencarikan tempat pengganti kios pedagang,’’ katanya.

Disperdakop-UM mengestimasikan dana untuk mewujudkan angan-angan Wakil Bupati Hari Wuryanto itu sekitar Rp 2 miliar. Bujet tersebut perhitungan kasar atas pembagian alokasi DAK 2018 Rp 4 miliar. Ketentuan penggunaan dana dengan peruntukan revitalisasi itu hanya dua pasar tradisional. ‘’Masalah cukup tidaknya nanti penyesuaian saat pengusulan ke pusat. Barangkali ada tambahan dari APBD,’’ bebernya sembari menyebut alokasi DAK tahun depan diasumsikan sama dengan tahun ini.

Kepala PBC Raswiyanto menambahkan, wacana yang dicetuskan Hari Wur –sapaan Hari Wuryanto– kala memantau harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran itu murni pengembangan pasar. Bukan persoalan area berdagang yang sempit karena dijejali banyak para pedagang dan pembeli. Kondisi pasar yang terkini ditempati 904 pedagang di 1.234 los dan kios. Beberapa ada yang memiliki lebih dari dua kios. ’’Bangunan masih memadai, cuma arahnya adalah pengembangan,’’ katanya.

Raswiyanto merespons positif wacana pembangunan wahana bermain di lantai atas. Diyakini bisa meningkatkan animo pengunjung yang datang ke pasar. Seperti tren dalam beberapa pekan ini ada keluarga yang memutuskan datang ke pasar setelah mengunjungi sejumlah tempat ruang terbuka hijau (RTH) di Caruban. ‘’Seolah menjadi pasar wisata,’’ ujarnya. (cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here